Lilin Telinga – Pembersih Kotoran Telinga ?

Catatan Pak Wijayanto

Seorang mahasiswi menawarkan lilin pembersih telinga “Indian Ear Candle“. Aku tahu “terapi” model begini memang ada, ( antara lain dapat dilihat di sini ). Karena belum pernah mencoba, aku penasaran dan membelinya 2 pasang. 1 pasang aku coba sendiri, dan setelah aku coba, aku “analisis” cara kerjanya, dan kesimpulanku adalah bahwa LILIN itu TIDAK MEMBERSIHKAN TELINGA.

Kotoran yang terkumpul adalah ‘berasal dari lilin itu sendiri‘ dan menjadi mirip dengan kotoran telinga, dan itu yang DIANGGAP sebagai kotoran telinga yang “disedot” dari lubang telinga.

Untuk menguji ‘kesimpulanku, 2 hari kemudian aku coba satu lilin pada telinga anakku Icha, dan bersamaan dengan itu, aku bakar lilin tidak ditelinga.

Mau lihat selanjutnya?? Akhirnya TERBUKTI bahwa KOTORAN yang dianggap kotoran telinga itu tidak lain adalah kotoran yang dihasilkan lilin itu sendiri… (atau jangan-jangan ini lilin palsu ya….?)

ternyata sudah ada yang pernah meneliti, bahwa Ear Candle tidak membersihkan telinga,
A 1996 study concluded that ear candling does not produce negative pressure and fails to remove ear wax. Ear candles produce the same residue when burnt without ear insertion, and the residue is simply candle wax and soot.”

http://www.alibaba.com/catalog/100291064/Indian_Ear_Candle.html

 

TERSEDAK PADA ANAK

Oleh : Nana Lisnawati, Staff Pendidik

Anak-anak pada umumnya sangat senang memasukkan sesuatu ke dalam mulut,karena dengan begitu mereka mendapatkan kepuasan,dan itu adalah salah satu penyebab anak dapat tersedak selain karena faktor makanan . Kasus tersedak pada anak tidak dapat dianggap enteng karena bila tidak ditangani dengan baik dapat mengancam jiwa anak.

Tersedak
dapat terjadi bila terdapat benda asing didalam saluran pernafasan dan saluran paru-paru sehingga menghalangi aliran keluar masuk udara.

Gejala-gejala Tersedak
• Batuk lemah
• Memegangi tenggorokan
• Napas terengah-engah
• Bibir menjadi biru
• Pembuluh darah leher dan wajah menonjol
• Pingsan

Tindakan yang dapat Anda lakukan ketika si kecil
tersedak
agar tidak berakibat fatal, yaitu:

1. Jangan panik!
2. Lakukan penilaian situasi atau keadaan si kecil dengan cepat.
3. Bila benda asing tak tampak jelas dan tidak yakin dapat mencapainya jangan mencoba untuk mengeluarkan atau mencongkelnya, karena dapat menyebabkan benda terdorong ke dalam. Biarkan anak batuk-batuk untuk mengeluarkannya, hal ini lebih aman,dan biasanya orangtua merangsang supaya anak dapat batuk.
4. Bila benda terlihat jelas boleh dicoba untuk mengeluarkan.
5. Jika si kecil tidak bisa batuk atau sudah batuk-batuk tapi benda asing tidak mau keluar segera perintahkan orang lain yang ada dirumah untuk mencari pertolongan, bisa melalui klinik, sarana kesehatan terdekat.
6. Berikan pertolongan Heimlich maneuver
7. Selalu posisikan kepala lebih rendah, agar benda asing mudah keluar.

8. Perhatian, jika dicurigai adanya pembengkakan saluran napas karena reaksi alergi atau peradangan/infeksi, segera cari pertolongan.
9. Segera cari pertolongan jika si kecil mempunyai masalah dengan jantung.
10. Bila anak tidak merespon atau kesadaran menurun lakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru).

Manuver Heimlich
Berikut langkah-langkahnya:
1. Berdirilah di belakang orang yang tersedak, lingkarkan kedua tangan Anda ke pinggangnya. Bungkukkan orang itu sedikit ke depan.
2. Kepalkan salah satu tangan Anda dan taruh di bagian atas pusar korban.
3. Pegang erat-erat kepalan Anda itu dengan tangan lain dan tekan kuat sambil mendorong cepat ke atas.
4. Ulangi tindakan ini sampai benda yang menghambat itu keluar dari saluran udara korban.
Kemudian bila harus melakukan tindakan ini pada diri sendiri:
*Kepalkan salah satu tangan Anda, letakkan sedikit di atas pusar.
*Pegang kepalan tangan Anda itu dengan tangan yang lain lalu tekan kuat-kuat ke arah atas sampai benda itu keluar.
*Anda juga bisa melakukan ini dengan bantuan dari sandaran sebuah kursi, tapi cara ini kurang dianjurkan. Lebih baik Anda minta bantuan orang lain.

ASI, Kajian Menurut Al-qur’an

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta…” (QS. Thaahaa, 20:124)

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. Luqman, 31:14)

Air susu ibu (ASI) adalah sebuah cairan tanpa tanding ciptaan Allah untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dan melindunginya dalam melawan kemungkinan serangan penyakit. Keseimbangan zat-zat gizi dalam air susu ibu berada pada tingkat terbaik dan air susunya memiliki bentuk paling baik bagi tubuh bayi yang masih muda. Pada saat yang sama, ASI juga sangat kaya akan sari-sari makanan yang mempercepat pertumbuhan sel-sel otak dan perkembangan sistem saraf.1 Makanan-makanan tiruan untuk bayi yang diramu menggunakan tekhnologi masa kini tidak mampu menandingi keunggulan makanan ajaib ini.

Daftar manfaat ASI bagi bayi selalu bertambah setiap hari. Penelitian menunjukkan, bayi yang diberi ASI secara khusus terlindung dari serangan penyakit sistem pernapasan dan pencernaan. Hal itu disebabkan zat-zat kekebalan tubuh di dalam ASI memberikan perlindungan langsung melawan serangan penyakit. Sifat lain dari ASI yang juga memberikan perlindungan terhadap penyakit adalah penyediaan lingkungan yang ramah bagi bakteri “menguntungkan” yang disebut “flora normal”. Keberadaan bakteri ini menghambat perkembangan bakteri, virus dan parasit berbahaya. Tambahan lagi, telah dibuktikan pula bahwa terdapat unsur-unsur di dalam ASI yang dapat membentuk sistem kekebalan melawan penyakit-penyakit menular dan membantunya agar bekerja dengan benar.

Karena telah diramu secara istimewa, ASI merupakan makanan yang paling mudah dicerna bayi. Meskipun sangat kaya akan zat gizi, ASI sangat mudah dicerna sistem pencernaan bayi yang masih rentan. Karena itulah bayi mengeluarkan lebih sedikit energi dalam mencerna ASI, sehingga ia dapat menggunakan energi selebihnya untuk kegiatan tubuh lainnya, pertumbuhan dan perkembahan organ.

Air susu ibu yang memiliki bayi prematur mengandung lebih banyak zat lemak, protein, natrium, klorida, dan besi untuk memenuhi kebutuhan bayi. Bahkan telah dibuktikan bahwa fungsi mata bayi berkembang lebih baik pada bayi-bayi prematur yang diberi ASI dan mereka memperlihatkan kecakapan yang lebih baik dalam tes kecerdasan. Selain itu, mereka juga mempunyai banyak sekali kelebihan lainnya.

Salah satu hal yang menyebabkan ASI sangat dibutuhkan bagi perkembangan bayi yang baru lahir adalah kandungan minyak omega-3 asam linoleat alfa. Selain sebagai zat penting bagi otak dan retina manusia, minyak tersebut juga sangat penting bagi bayi yang baru lahir. Omega-3 secara khusus sangat penting selama masa kehamilan dan pada tahap-tahap awal usia bayi yang dengannya otak dan sarafnya berkembang secara nomal. Para ilmuwan secara khusus menekankan pentingnya ASI sebagai penyedia alami dan sempurna dari omega-3.

Selanjutnya, penelitian yang dilakukan para ilmuwan Universitas Bristol mengungkap bahwa di antara manfaat ASI jangka panjang adalah dampak baiknya terhadap tekanan darah, yang dengannya tingkat bahaya serangan jantung dapat dikurangi. Kelompok peneliti tersebut menyimpulkan bahwa perlindungan yang diberikan ASI disebabkan oleh kandungan zat gizinya. Menurut hasil penelitian itu, yang diterbitkan dalam jurnal kedokteran Circulation, bayi yang diberi ASI berkemungkinan lebih kecil mengidap penyakit jantung. Telah diungkap bahwa keberadaan asam-asam lemak tak jenuh berantai panjang (yang mencegah pengerasan pembuluh arteri), serta fakta bahwa bayi yang diberi ASI menelan sedikit natrium (yang berkaitan erat dengan tekanan darah) yang dengannya tidak mengalami penambahan berat badan berlebihan, merupakan beberapa di antara manfaat ASI bagi jantung.

Selain itu, kelompok penelitian yang dipimpin Dr. Lisa Martin, dari Pusat Kedokteran Rumah Sakit Anak Cincinnati di Amerika Serikat, menemukan kandungan tinggi hormon protein yang dikenal sebagai adiponectin di dalam ASI.5 Kadar Adiponectin yang tinggi di dalam darah berhubungan dengan rendahnya resiko serangan jantung. Kadar adiponectin yang rendah dijumpai pada orang yang kegemukan dan yang memiliki resiko besar terkena serangan jantung. Oleh karena itu telah diketahui bahwa resiko terjadinya kelebihan berat badan pada bayi yang diberi ASI berkurang dengan adanya hormon ini. Lebih dari itu, mereka juga menemukan keberadaan hormon lain yang disebut leptin di dalam ASI yang memiliki peran utama dalam metabolisme lemak. Leptin dipercayai sebagai molekul penyampai pesan kepada otak bahwa terdapat lemak pada tubuh. Jadi, menurut pernyataan Dr. Martin, hormon-hormon yang didapatkan semasa bayi melalui ASI mengurangi resiko penyakit-penyakit seperti kelebihan berat badan, diabetes jenis 2 dan kekebalan terhadap insulin, dan penyakit pada pembuluh nadi utama jantung.

Fakta tentang “Makanan Paling Segar” [ASI]

Full hygiene may not be established in water or foodstuffs other than mother’s milk.

Fakta tentang ASI tidak berhenti hanya sampai di sini. Peran penting yang dimainkannya terhadap kesehatan bayi berubah seiring dengan tahapan-tahapan yang dilalui bayi dan jenis zat-zat makanan yang dibutuhkan pada tahapan tertentu. Kandungan ASI berubah guna memenuhi kebutuhan yang sangat khusus ini. ASI, yang selalu siap setiap saat dan selalu berada pada suhu yang paling sesuai, memainkan peran utama dalam perkembangan otak karena gula dan lemak yang dikandungnya. Di samping itu, unsur-unsur seperti kalsium yang dimilikinya berperan besar dalam perkembangan tulang-tulang bayi.

Meskipun disebut sebagai susu, cairan ajaib ini sebenarnya sebagian besarnya tersusun atas air. Ini adalah ciri terpenting, sebab selain makanan, bayi juga membutuhkan cairan dalam bentuk air. Keadaan yang benar-benar bersih dan sehat mungkin tidak bisa dimunculkan pada air atau bahan makanan, selain pada ASI. Namun ASI – sedikitnya 90% adalah air – , memenuhi kebutuhan bayi akan air dalam cara yang paling bersih dan sehat.

ASI dan Kecerdasan

Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa perkembangan kemampuan otak pada bayi yang diberi ASI lebih baik daripada bayi lain. Penelitian pembandingan terhadap bayi yang diberi ASI dengan bayi yang diberi susu buatan pabrik oleh James W. Anderson – seorang ahli dari Universitas Kentucky – membuktikan bahwa IQ [tingkat kecerdasan] bayi yang diberi ASI lebih tinggi 5 angka daripada bayi lainnya. Berdasarkan hasil penelitian ini ditetapkan bahwa ASI yang diberikan hingga 6 bulan bermanfaat bagi kecerdasan bayi, dan anak yang disusui kurang dari 8 minggu tidak memberikan manfaat pada IQ.

Apakah ASI Dapat Memerangi Kanker?

Berdasarkan hasil seluruh penelitian yang telah dilakukan, terbukti bahwa ASI, yang dibahas dalam ratusan tulisan yang telah terbit, melindungi bayi terhadap kanker. Hal ini telah diketahui, walaupun secara fakta mekanismenya belum sepenuhnya dipahami. Ketika sebuah protein ASI membunuh sel-sel tumor yang telah ditumbuhkan di dalam laboratorium tanpa merusak sel yang sehat mana pun, para peneliti menyatakan bahwa sebuah potensi besar telah muncul. Catharina Svanborg, Profesor imunologi klinis di Universitas Lund, Swedia, memimpin kelompok penelitian yang menemukan rahasia mengagumkan ASI ini.8 Kelompok yang berpusat di Universitas Lund ini menjelaskan kemampuan ASI dalam memberikan perlindungan melawan beragam jenis kanker sebagai penemuan yang ajaib.

Awalnya, para peneliti memberi perlakuan pada sel-sel selaput lendir usus yang diambil dari bayi yang baru lahir dengan ASI. Mereka mengamati bahwa gangguan yang disebabkan oleh bakteri Pneumococcus dan dikenal sebagai pneumonia berhasil dengan mudah dihentikan oleh ASI. Terlebih lagi, bayi yang diberi ASI mengalami jauh lebih sedikit gangguan pendengaran dibandingkan bayi yang diberi susu formula, dan menderita jauh lebih sedikit infeksi saluran pernapasan. Pasca serangkaian penelitian, diperlihatkan bahwa ASI juga memberikan perlindungan melawan kanker. Setelah menunjukkan bahwa penyakit kanker getah bening yang teramati pada masa kanak-kanak ternyata sembilan kali lebih sering menjangkiti anak-anak yang diberi susu formula, mereka menyadari bahwa hasil yang sama berlaku pula untuk jenis-jenis kanker lainnya. Menurut hasil penelitian tersebut, ASI secara tepat menemukan keberadaan sel-sel kanker dan kemudian membunuhnya. Adalah zat yang disebut alpha-lac (alphalactalbumin), yang terdapat dalam jumlah besar di dalam ASI, yang mengenali keberadaan se-sel kanker dan membunuhnya. Alpha-lac dihasilkan oleh sebuah protein yang membantu pembuatan gula laktosa di dalam susu.

Berkah Tanpa Tara Ini Adalah Karunia Allah

Ciri menakjubkan lain dari ASI adalah fakta bahwa ASI sangat bermanfaat bagi bayi apabila disusui selama dua tahun. 10 Pengetahuan penting ini, hanya baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan, telah diwahyukan Allah empat belas abad silam di dalam ayat-Nya: “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan…” (QS, Al Baqarah, 2:233)

Sang ibu bukanlah yang memutuskan untuk membuat ASI, sumber zat makanan terbaik bagi bayi yang lemah yang memerlukan makanan di dalam tubuhnya. Sang ibu bukan pula yang menentukan beragam kadar gizi yang dikandung ASI. Allah Yang Mahakuasa-lah, Yang mengetahui kebutuhan setiap makhluk hidup dan memperlihatkan kasih sayang kepadanya, Yang menciptakan ASI untuk bayi di dalam tubuh sang ibu.

http://www.harunyahya.com

ASI vs Susu Formula

Saat ini semua orang tua yang memiliki anak minum susu formula mencari daftar susu yang aman. Sebenarnya tidak perlu dilakukan karena sebenarnya tidak ada susu bubuk formula yang aman bebas bakteri. Sejauh ini daftar susu yang aman dan bebas berbakteri baik Sakazakii atau bakteri yang lain hanya dua. Pertama ASI (air Susu Ibu) dan kedua adalah susu cair kemasan siap saji bukan susu bubuk. Fenomena susu mengandung bakteri Sakazakii dapat merupakan peringatan Sang Pencipta manusia, bahwa para ibu mulai mengabaikan kehebatan dan keamanan ASI bagi buah hatinya.

Adanya daftar susu bubuk formula yang aman bebas bakteri seperti yang dilaporkan  BPOM seharusnya masih diperdebatkan secara ilmiah. Karena, cara pemeriksaannya spesifitas dan sensitifitasnya berbeda dengan pemeriksaan yang dilakukan IPB dan FDA (United States Food and Drug Administration). Faktanya IPB dan FDA telah menemukan bakteri susu sakazaki dengan angka yang sama. Sehingga FDA dan WHO sudah lama merekomendasikan bahwa semua susu bubuk formula tidak steril dan beresiko mengandung bakteri.

Semua Susu Bubuk Formula Tidak Steril

Masalah terpenting dalam kasus ini mungkin bukan merek susu yang tercemar. Permasalahan sebenarnya adalah semua  produk susu bubuk komersial memang bukan produk yang steril. Hal ini juga pernah dialami oleh negara maju seperti Kanada, Inggris, Amerika dan negara lainnya. Sebenarnya temuan peneliti IPB terhadap 74 sampel susu formula, 13,5 persen di antaranya mengandung bakteri berbahaya tersebut, mungkin tidak terlalu mengejutkan. Karena, USFDA (United States Food and Drug Administration) telah melansir sebuah penelitian prevalensi kontaminasi susu di sebuah negara terhadap 141 susu bubuk formula didapatkan 20 (14%) kultur positif E. sakazakii. Sehingga WHO dan USFDA sudah menetapkan bahwa susu bubuk formula komersial memang tidak steril. Jadi bukan hanya produksi lokal saja yang beresiko tetapi produksi luar negeripun resiko terinfeksi bakteri tidak jauh berbeda.

Melihat beberapa fakta ilmiah  tersebut tampaknya berbagai pihak harus arif dan bijak dalam menyikapi kekawatiran ini. Pemerintah dalam hal ini departemen kesehatan dan BPOM harus menyikapi secara profesional dengan melakukan kajian ilmiah mendalam  baik secara biologis, epidemiologis, dan pengalaman ilmiah berbasis bukti (evidence base medicine). Berbagai elemen masyarakat seperti YLKI, Komnas Perlindungan Anak dan Ikatan Dokter Indonesia sebelum mengeluarkan opini sebaiknya harus mencari fakta ilmiah dan informasi yang benar tentang masalah ini. Pihak pengadilan dan Mahkamah Agung sebelum mengeluarkan keputusan yang sangat penting ini seharusnya melibatkan saksi ahli yang berkompeten dan kredibel. Keputusan yang salah dalam menyikapi masalah ini akan menimbulkan dampak yang lebih besar lagi. Berbagai opini dan sikap yang tidak benar malah dapat mengakibatkan kekawatiran orangtua bertambah.

Bila pemerintah harus mengumumkan susu berbakteri tersebut akan menimbulkan masalah yang lebih besar dan kekisruhan yang lebih hebat lagi. Dampak yang buruk dan berimplikasi yang luas, baik implikasi hukum, etika penelitian, sosial, dan medis. Kalau pemerintah atau Balai POM mengumumkan merek susu tersebut pasti akan membuat pabrik susu yang bersangkutan akan sekejap gulung tikar. Dampaknya lebih luar biasa, ratusan ribu bahkan jutaan manusia yang terkait dengan prduksi susu itu akan lebih sengsara. Belum lagi akan timbul dampak hukum baru bagi peneliti, dan pihak yang akan mengumumkan. Menurut etika penelitian selama bukan hal yang berbahaya atau mengancam nyawa manusia maka tidak boleh diumumkan secara luas obyek yang dijadikan bahan penelitian.

Kalaupun merek tersebut diumumkan juga tidak akan menyelesaikan masalah. Belum tentu merek yang lain nantinya juga aman. Bila penelitian tersebut dilakukan setiap periode sangat mungkin ada lagi susu yang tercemar. Karena pada dasarnya susu bubuk komersial adalah produk susu yang paling gampang tercemar bakteri. Bukan tidak mungkin nantinya banyak produk susu lambat laun pasti tercemar bakteri. Bila hal ini terjadi dalam perjalanan waktu tidak mustahil semua susu akan dilaporkan tercemar.

Benarkah Penelitian BPOM

Pada tahun 2009 BPOM mengambil sebanyak 11 sampel susu formula dan pada 2010 mengambil sebanyak 99 sampel. Tahun 2011, hingga Februari ini, BPOM mengambil sebanyak 18 sampel. Menurut BPOM hasil pengujian terhadap sampel sejumlah produk tersebut menunjukkan tidak ditemukan adanya cemaran Enterobacter sakazakii. Pengumuman BPOM ini juga sekaligus membantah kabar yang sempat beredar bahwa beberapa merek susu mengandung Enterobacter sakazakii. Memang penelitian BPOM tersebut benar, tetapi  BPOM mengeluarkan rekomendasi bahwa terdapat beberapa merek susu yang aman dan bebas bakteri mungkin tidak sepenuhnya benar. Karena, penelitian BPOM dengan penelitian IPB sangat berbeda sensitivitas dan spesifitasnya. Kalaupun BPOM melakukan mekanisme pembelaan diri dengan terus mengajukan fakta penelitiannya yang berbeda dengan fakta sesungguhnya mungkin hanya sekedar menutupi fakta yang ada bahwa sebenarnya memang susu berbakteri itu memang ada di dalam susu formula sesuai penelitian IPB dan FDA.

Kalaupun BPOM mengeluarkan beberapa rekomendasi susu yang aman menurut penelitiannya tampaknya harus diperdebatkan secara ilmiah karena pemeriksaan IPB dan BPOM berbeda spesifitas dan sensitifitasnya.
Bukan hanya penelitian IPB saja tetapi penelitian FDA menunjukkan hal yang sama bahwa sekitar 13,5%-14% dari semua susu produk merek susu berbakteri Sakazakii. Sehingga WHO dan FDA merekomendasikan memang semua susu bubuk formula tidak steril. Sedangkan orangtua tetap waspada tetapi tidak perlu kawatir berlebihan ternyata temuan IPB dan  USFDA susu berbakteri itu tetapi tidak pernah terjadi kasus luar biasa, karena mungkin sebagian besar adalah kuman non pathogen atau yang tidak berbahaya. Sampai saat ini hanya beberapa negara yang melaporkan bahaya susu berbakteri tersebut tetapi sangat amat jarang. Susus berkateri tersebut hanya mengakibatkan bahaya pada bayi prematur sakit, sehingga pada bayi prematur sebaiknya tidak diberikan susu bubuk formula.

Keamanan dan Manfaat ASI

Air susu ibu (ASI) adalah makanan yang sempurna bagi bayi manusia dan berisi segala nutrien yang diperlukan untuk tumbuh dan berkembang selama sekurang-kurangnya enam bulan pertama. Menurut berbagai penelitian ASI diperkaya protein dan nutrisi lainnya mengandung lebih banyak kalori dan memicu pertumbuhan berat badan saat fase pertumbuhan penting. Selain mudah dicerna, ASI membantu melindungi bayi dari masalah seperti infeksi saluran napas, demam, infeksi telinga, infeksi saluran cerna, dan mengurangi risiko alergi. ASI juga berubah supaya sesuai dengan tiap tahap pertumbuhan bayi. Menyusui itu juga mudah suhu susu selalu benar, tidak ‘busuk’ dan cuma-cuma. Manfaat bagi Ibu adalah menyusui dapat membantu wanita mengurangi berat badan tambahan yang diperoleh sewaktu hamil, dan membantu rahim kembali ke usuran normal dengan lebih cepat. Menyusui melindungi wanita dari kanker payudara kelak. Menyusui juga dapat mengurangi risiko patah tulang pinggul dan kanker ovari kelak.

ASI selalu siap sedia setiap saat bayi menginginkannya, selalu dalam keadaan steril dan suhu susu yang pas. Dengan adanya kontak mata dan badan, pemberian ASI juga memberikan kedekatan antara ibu dan anak. Bayi merasa aman, nyaman dan terlindungi, dan ini mempengaruhi kemapanan emosi si anak di masa depan. Apabila bayi sakit, ASI adalah makanan yang terbaik untuk diberikan karena sangat mudah dicerna. Bayi akan lebih cepat sembuh. Bayi prematur lebih cepat tumbuh apabila mereka diberikan ASI perah. Komposisi ASI akan teradaptasi sesuai dengan kebutuhan bayi, dan ASI bermanfaat untuk menaikkan berat badan dan menumbuhkan sel otak pada bayi prematur. Penelitian menunjukkan beberapa penyakit lebih jarang muncul pada bayi ASI, di antaranya: kolik, SIDS (kematian mendadak pada bayi), eksim, Chron’s disease, dan Ulcerative Colitis. IQ pada bayi ASI lebih tinggi 7-9 point daripada IQ bayi non-ASI. Menurut penelitian pada tahun 1997, kepandaian anak yang minum ASI pada usia 9 1/2 tahun mencapai 12,9 poin lebih tinggi daripada anak-anak yang minum susu formula.Menyusui bukanlah sekadar memberi makan, tapi juga mendidik anak. Sambil menyusui, eluslah si bayi dan dekaplah dengan hangat. Tindakan ini sudah dapat menimbulkan rasa aman pada bayi, sehingga kelak ia akan memiliki tingkat emosi dan spiritual yang tinggi. Ini menjadi dasar bagi pertumbuhan manusia menuju sumber daya manusia yang baik dan lebih mudah untuk menyayangi orang lain

Rekomendasi dari berbagai institusi kesehatan Internasional adalah menganjurkan agar wanita harus memberikan ASI saja kepada bayi selama sekitar enam bulan. Menyusui harus dilengkapi dengan makanan yang sesuai dan disediakan secara bersih, dari usia 6
bulan. juga menganjurkan agar tetap menyusui sampai usia 12 bulan, atau lebih lama lagi. Manfaat yang dapat diperoleh dari menyusui mungkin berkelanjutan selama dua tahun dan selanjutnya.

Kerugian dan Bahaya Susu Formula

Sebenarnya muhjizat keamanan ASI telah diketahui sejak lama tetapi banyak yang mengabaikannya. Sebaliknya ketidakamanan susu bubuk formula sudah lama terjadi bukan hanya karena penelitian IPB saja tetapi penelitian FDA menunjukkan hal yang sama bahwa sekitar 13,5%-!4% dari semua susu produk merek susu berbakteri Sakazakii.

Susu bubuk formula dapat menjadi media pertumbuhan yang baik bagi bakteri, karena di dalamnya terdapat komponen biokimia yang juga diperlukan oleh bakteri untuk tumbuh dan berkembang. Selain E. sakazakii, didapatkan berbagai bakteri lain yang sering mengkontaminasi susu formula. E. Sakazakii adalah suatu kuman jenis gram negatif dari family enterobacteriaceae.

Bahaya susu bahkan mengungkap bahwa pemberian susu formula berlebihan pada bayi memicu obesitas saat usia anak. Peningkatan berat badan ini jelas memberi efek lanjutan terhadap risiko kesehatan.

Di sejumlah negara, pembatasan asupan susu formula telah tegas dilaksanakan dengan mengadopsi Kode Internasional Pemasaran Produk Pengganti ASI yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1981.

Daftar Susu Aman Bebas Bakteri

Masyarakat tidak perlu sibuk mencari produk susu mana yang tercemar atau mencari daftar merek susu bubuk formula yang aman dan bebas bakteri. Meskipun relatif aman, ternyata semua merek produk susu bubuk komersial memang tidak steril. Melihat ulasan di atas maka daftar susu yang aman dan bebas bakteri adalah ASI dan susu formula cair siap saji. Susu formula cair siap saji, dianggap sebagai produk komersial steril karena dengan proses pemanasan yang cukup.

Seharusnya pemerintah mengeluarkan rekomendasi bahwa memang susu komersial bukan produk steril seperti rekomendasi WHO dan USFDA dan beralih kepada ASI.  Hal ini lebih beresiko lebih ringan, karena masyarakat akan lebih waspada dalam pencegahannya. Rekomendasi ini juga merupakan hal yang wajar karena di beberapa negara majupun hal ini sering terjadi. BPOM sebaiknya menghentikan pemberitaan tentang beberapa temuannya yang mengatakan bahwa semua produk susu bebas bakteri karena tidak sesuai dengan falta ilmiah yang ada. Bila susu bubuk komersial tetap dianggap aman, masyarakat tidak waspada atau lengah dalam proses penyajiannya. Selanjutnya tetap akan berdampak berbahaya pada anak yang kelompok tertentu yang beresiko terinfeksi. Pada anak yang beresiko seperti bayi prematur dan anak dengan gangguan fungsi kekebalan tubuh berat direkomendasikan dengan pemberian ASI atau susu bayi formula cair siap saji..

Bila ibu gagal memberi ASI dengan alasan kesehatan atau ASI tidak keluar maka sebaiknya memilih susu cair siap saji atau dengan melakukan penyajian susu bubuk formula dengan baik dan benar. Rekomendasi yang harus diperhatikan untuk mengurangi resiko infeksi tersebut adalah cara penyajian susu bubuk formula untuk bayi dengan baik dan benar. Pemanasan air di atas 70 C, bakteri yang ada dalam susu akan mati.  Selama hal ini dilakukan para ibu tidak perlu cemas dan kawatir karena meski susu formula tidak bebas bakteri tetapi tetap aman dikonsumsi. Bila memilih susu cair siap saji, orang tua juga harus waspada cara penyimpanannya dan masa kadaluarsanya

Tampaknya fenomena ini adalah peringatan Sang Pencipta Manusia, bahwa para ibu mulai mengabaikan kehebatan dan keamanan ASI bagi buah hatinya. Melihat berbagai manfaat dan kemanan ASI tersebut maka sebaiknya orang tua sudah saatnya kembali ke “Back To Nature”. Bahwa ASI adalah muhjizat Tuhan yang terbaik dan paling aman bagi buah hati manusia. ASI adalah investasi paling berharga bagi anak manusia di kemudian hari. Tetapi sayangnya hal ini masih banyak yang menyangsikannya.

Strategi Menangani Anak Berkebutuhan Khusus yang Membentur-benturkan Kepala

Menyaksikan anak membenturkan kepala (self injury behavior) merupakan pengalaman yang menakutkan bagi orang tua. Membenturkan kepala merupakan cara yang efektif untuk mendapatkan dan mencari perhatian. Semakin sering reaksi tersebut dilakukan semakin berlanjut juga menjadi suatu pola kebiasaan. Menentukan respon yang tepat (matter-of fact way) membantu anak untuk mengatasi permasalahannya.

Melakukan pendekatan saat anak tantrum dapat menjadi suatu reward atas prilakunya. Ada beberapa alasan yang menyebabkan anak melakukan hal tersebut, serta bagaimana menanggulanginya :

  1. Membuat jurnal : untuk mengetahui apa yang meyebabkan anak menyakiti dirinya dan apa yang terjadi setelah itu. Jika dilakukan atas dasar frustasi, transisi ke aktifitas atau lingkungan baru, lelah dan over load? (metode ini disebut analisa fungsional – functional analysis)
  2. Saat telah terbentuk pola, kita dapat menentukan strategi yang sesuai, ex. :
    1. Lelah : jika sang anak merasa lelah dan membenturkan kepaladilakukan untuk menenangkan dirinya sebelum pergi tidur, coba lakukan ayunan ringan (rocking), atau dengan memberikan aroma vanilla atau lavender untuk menciptakan suasana yang menenangkan. Lakukan pemijatan dalam (deep pressure) pada tangan dan kaki dengan menggunakan lotion. Jika sang anak tidak memiliki sensitifitas terhadap bau tertentu, coba gunakan lotion dengan aroma lavender.
    2. Perubahan rutinitas : jika dilakukan karena perubahan rutinitas yang tak terduga, siapkan sang anak sebelum melakukan aktifitas. Ex. Pada anak yang telah cukup umur pemberian bantuan visual dapat mmbantu anak mengerti melalui gambar.
    3. Over arousal : pelaksanaan sensory diet akan sangat berguna untuk memberikan kebutuhan sensori sang anak dalam kesehariannya untuk menstabilkan arousalnya. Ex. Melakukan deep pressure tiap 2 jam, sandwich game, dan aktifitas lainnya.
    4. Sakit : terkadang infeksi telinga bagian dapat menyebabkan sang anak membentur-memukul dirinya. Periksakan sang anak ke dokter untuk melihat organ dalam telinganya.
    5. Stimming atau prilaku steriotipik : prilaku yang bersifat repetitive, ritualistic yang memberikan kesenangan tertentu saat melakukan stimming. Pelaksanaan sensori diet membantu memberikan input yang dibutuhkan untuk menormalisasi prilaku dan kebutuhan sensori.
    6. Keterlambatan bicara : merupakan hal berpotensi menimbulkan stress pada sang anak dengan perkembangan bahasa yang terbatas, ia kesulitan mengekspresikanm kebutuhannya pada orang tua dan caregiver tentang apa yang diinginkan atau yang sedang dirasakan menggunakan kata-kata. Coba berikan alternative yang dapat dilakukan untuk memperlancar komunikasi dengan cara dan hasil yang maksimum.
  3. Berikan tempat yang aman (safe spot) : tempat dimana anak dapat merasa nyaman dan terlindung saat melakukan transisi. Hal ini dapat dilakukan diatas bangku, bean bag, selimut dan lainnya.
  4. Pengalihan (distraction) : mengalihkan dengan melakukan pendekatan (engaging) pada aktifitas lain. Berkurangnya waktu saat melakukan benturan-pukulan pada kepala membantu menghindari menjadi suatu pola kebiasaan terutama saat sang anak semakin besar. Kekhawatiran orang tua jika sang anak akan terluka, perlahan pindahkan sang anak ke safe spot, atau berikan ia pelukan bearhug. Ketika pola telah terlihat dalam jurnal, anda akan lebih mudah mengantisipasi dan mengintervensi secara tepat agar anak tidak melukai dirinya sendi

Dikutip dari : http://taufiqhidayat.multiply.com/journal/item/4

Faktor-faktor Penyebab Alergi & Asma pada Balita

Gejala alergi jarang menimbulkan kematian. Namun, tetap saja perlu diwaspadai. Soalnya, sebagai contoh, serangan asma yang berat ditambah reaksi terhadap obat yang diminum anak-anak akan menimbulkan shock (pingsan). Jika tidak segera ditolong, serangan ini akan menyebabkan kematian. Berikut ini beberapa faktor penyebab alergi yang harus diwaspadai.

  1. Faktor Keturunan (Genetis)

Walaupun alergi dapat terjadi pada semua orang dan semua golongan umur—sejak bayi sampai berusia lanjut-risiko terbesar ada pada anak yang membawa bakat alergi yang diturunkan oleh orangtuanya. Pada anak ini, gejala alergi (seperti asma, alergi makanan, dan alergi obat) menjadi sering muncul.

Jadi, alergi biasanya hanya terjadi pada orang tertentu, yang mempunyai faktor penentu yang dibawa sejak lahir (keturunan). Misalnya, seorang anak penderita asma ternyata mempunyai orangtua (ayah atau ibu) atau saudara (kakak, adik, paman, atau bibi) yang menderita asma atau alergi jenis lain. Dapat jadi juga, alergi tidak diturunkan kepada generasi pertama, tetapi kepada generasi berikutnya, seperti cucu.

Banyak orang yang tidak mengalami alergi dalam waktu cukup lama, tetapi setelah 5-10 tahun ternyata mengalaminya, dengan kerentanan yang sama terhadap alergen yang diderita orangtuanya. Perlu diingat juga, walaupun kedua orangtuanya tidak menderita alergi, dapat saja seorang anak menderita alergi. Anak seperti ini memiliki kemungkinan terkena alergi sebesar 12,5%. Namun, anak yang salah satu orangtuanya menderita alergi, kemungkinannya menjadi 19,8%. Jika kedua orangtuanya menderita alergi, kemungkinan anak itu menderita alergi bertambah lagi menjadi 42,9%.

b. Faktor Kejiwaan

Faktor lain yang juga sering menjadi pencetus alergi adalah gangguan kejiwaan, seperti rasa cemas, marah, dan takut. Gejala yang paling sering muncul adalah eksim pada kulit. Pada orang yang memiliki “bakat” alergi, sifat pemarah, pencuriga, dan emosional akan menyebabkan timbulnya gejala gangguan alergi akut pada kulit. Pada anak-anak memang jarang terjadi alergi akibat faktor kejiwaan. Alergi pada anak lebih sering terjadi akibat faktor makanan dan debu rumah. Sebagian anak biasanya alergi terhadap telur dan laktosa pada susu, debu rumah, tungau di karpet atau sofa, dan serbuk sari bunga (pollen).

Referensi
Mencegah & Mengatasi Alergi & Asma pada Balita Oleh dr. M.C. Widjaja

 

Selesma pada Bayi

Umumnya, anak balita mudah terserang penyakit selesma. Bahkan, bayi di bawah usia satu tahun pun mudah terserang. Keluhan yang sering timbul adalah batuk, pilek ringan, hidung tersumbat, kadang-kadang disertai demam, sakit kepala, dan nycri otot. Penvakit ini dapat ditularkan melalui orang yang menderita selesma. Karma itu, jauhkan atau hindarkan si kecil dari penderita selesma. Apabila sudah terlanjur terserang selesma, orangtua harus memberikan kenyamanan kepada anak dan berusaha menyembuhkan gejalanya.

Bayi berusia kurang dari 6 bulan yang terkena selesma sering kesulitan bernapas karena lubang hidung tersumbat. Mengingat bayi belum dapat membuang ingus sendiri, tindakan yang bisa kita lakukan adalah membersihkan ingusnya dengan lap lembut atau mengisap hidung bayi supaya lendir keluar dari hidungnya.

Saat ini, sudah tersedia alit pengisap lendir sebagai alas bantu. Apabila suhu badan anak meningkat, sebaiknya berikan baju yang longgar dan tipis, supaya panas tubuhnya mudah keluar. Selain itu, anak harus diberi minum yang banyak supaya panas tubuhnya turun dan mengurangi sakit di bagian tenggorokan.

Penyakit selesma bisa berkembang menjadi penyakit saluran pernapasan yang lebih berat, seperti bronkiolitis, bronkitis, pneumonia, asma, pharyngitis, tonsilitis, dan sinusitis.

Daftar Pustaka
Mengatasi Penyakit pada Anak dengan Ramuan Tradisional Oleh dr. Lestari Handayani, M.Med (PH) & Dra. Herti Maryani.