Penerimaan Murid Baru TP. 2017/2018

PAUD TERPADU ANAK CERIA, menerima pendaftaran Murid Baru TP. 2017/2018 untuk program  :

  1. Taman Penitipan Anak (Usia 1,5 s/d 6 Thn)
  2. Kelompok Bermain (Usia 1,5 s/d 3 Thn)
  3. Taman Kanak Kanak (Usia 4 s/d 6 Thn)

Pendaftaran Mulai tanggal 05 Januari 2018 dan ditutup hingga quota terpenuhi.

Biaya Registrasi Murid Baru Rp.3.000.000,-

Info Lengkap Hubungi  :  PAUD TERPADU ANAK CERIA, Komplek Bharata. Jl. BimaI Nomor 57 RT 04/001.  Kelurahan Sungai Ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara. Banjarbaru.

 

PENERIMAAN MURID BARU TP 2016/2017

Penerimaan murid baru PAUD TERPADU ANAK CERIA Banjarbaru, untuk formasi siswa sbb  :

  1. Kelompok Usia 2-3 Thn  :  20 orang murid
  2. Kelompok Usia 3-4 Thn  :  20 orang murid
  3. Kelompok Usia 4-5 Thn  :  20 orang murid
  4. Kelompok Usia 4-6 Thn  :  25 orang murid

 

Gelombang Pertama  :  16 Januari s/d 19 Februari 2016

Gelombang Kedua       :  22 Februari s/d 18 Maret 2016

Waktu Pendaftaran     :  Senin s/d Jum’at, jam 08.00 – 11.00 Wita

Biaya Formulir    Rp.50.000,-

Persyaratan  :

  1. Fotocopy Akte Kenal Lahir, Kartu Keluarga, KTP Orang Tua/Wali
  2. Lulus Uji Observasi Siswa
  3. Wawancara Orang Tua / Wali

122914_0331_KegiatanBer2.jpg

Office   :

PAUD TERPADU ANAK CERIA

Komplek Bharata.  Jl. Bima I No.57 RT.04/001 Kelurahan Sungai Ulin.  Kecamatan Banjarbaru Utara.  Kota Banjarbaru – 70714

 

PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK ANAK USIA DINI

Pengertian Karakter

1.     Karakter adalah tabiat atau kebiasaan untuk melakukan hal yang baik.

2.     Nilai-nilai karakter adalah sikap dan perilaku yang didasarkan pada norma dan nilai yang berlaku di masyarakat, yang mencakup aspek spiritual, aspek personal/kepribadian, aspek sosial, dan aspek lingkungan

3.    Pendidikan karakter adalah upaya penanaman nilai-nilai karakter kepada anak didik yang meliputi pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai kebaikan dan kebajikan, kepada Tuhan YME, diri sendiri, sesama, lingkungan maupun kebangsaan agar menjadi manusia yang berakhlak

Tujuan khusus

  1. Meningkatkan pengetahuan & pemahaman tenaga kependidikan, pendidik, pengasuh, dan orang tua tentang nilai-nilai karakter
  2. Meningkatkan keterampilan tenaga kependidikan,pendidik pengasuh dan orang-tua mengenai cara menanamkan nilai-nilai karakter
  3. Meningkatkan keterampilan tenaga kependidikan, pendidik, pengasuh dan orang tua mengenai carape nilaian terhadap nilai-nilai karakter

 

Sasaran

Sasaran atau pengguna pedoman penanaman nilai-nilai  karakter di PAUD meliputi:

  1. Tenaga Kependidikan Lembaga PAUD
  2. Pendidik atau Guru anak usia dini
  3. Pengasuh anak usia dini
  4. Orang tua.

 

Landasan Hukum

  1. Undang-Undang Nomor 23 Perlindungan Anak
  2. Undang-Undang Nomor 4  Kesejahteraan Anak
  3. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
  4. Peraturan Pemerintah Nomor  19 Tahun 2005   tentang Standar Nasional Pendidikan
  5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor  58 tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini.

 

Asfek Pendidikan Karakter pada PAUD

Nilai-nilai pendidikan karakter yang dapat ditanamkan pada anak usia dini (0-6 tahun), mencakup empat aspek,yaitu:

  1. Aspek Spiritual
  2. Aspek personal/kepribadian
  3. Aspek Sosial, dan
  4. Aspek lingkungan.

 

Prinsip-prinsip pendidikan karakter

  1. Melalui contoh dan keteladanan
  2. Dilakukan secara berkelanjutan
  3. Menyeluruh, terintegrasi dalam seluruh aspek perkembangan
  4. Menciptakan suasana kasih sayang
  5. Aktif memotivasi anak
  6. Melibatkan pendidik dan tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat.
  7. Adanya penilaian

Kriteria Pendidik dan Tenaga Kependidikan Lembaga PAUD

Untuk melaksanakan pendidikan karakter ada beberapa prasyarat yang harus dimiliki seorang guru pendidik karakter yaitu:

  • Pendidik menjadikan dirinya sebagai figur teladan yang berakhlak mulia, antara lain berbuat baik, santun, berprasangka baik, dan memiliki semangat.
  • Pendidik mengutamakan tujuan pengembangan karakter anak didiknya dalam penerapan proses pendidikan.
  • Pendidik senantiasa mengadakan dialog terbuka secara bijak tentang isu-isu moral dengan anak didiknya, tentang bagaimana seharusnya menjalankan hidup, serta menjelaskan apa yang baik dan apa yang buruk.
  • Pendidik menumbuhkan rasa empati anak, yaitu dengan mengajak anak merasakan apa yang dirasakan orang ‘ lain.
  • Pendidikmengintegrasikan nilai-nilai pendidikan karakter  dalam berbagai aktivitas pembelajaran.
  • Pendidik menciptakan suasan lingkungan yang mendukung
  • Pendidik membangun serangkaian aktivitas penerapan nilai-nilai karakter di rumah, di lembaga PAUD, dan di masyarakat sekitarnya.

Penerapan pendidikan karakter  pada paud

  1. Perencanaan
  • Mengenal dan memahami anak seutuhnya sesuai dengan tahapan perkembangan dan karakteristiknya, seperti:
    • anak sebagai peneliti ulung
    • aktif gerak
    • pantang menyerah
    • maju tak pernah putus asa
    • terbuka
    • bersahabat, dan
    • tak membedakan.

    2.     Nilai-nilai pendidikan karakter diterapkan menyatu dengan kegiatan inti proses belajar mengajar yang dilakukan dengan cara:

    a.Memilih nilai-nilai karakter yang sesuai dengan tema dan judul kegiatan pembelajaran.

    b.Menentukan indikator perkembangan nilai-nilai karakter, sesuai dengan tahap perkembangan anak

    c.Menentukan jenis dan tahapan kegiatan yang akan dilaksanakan

Pelaksanaan

1.    Kegiatan terprogram antara lain:

a.    Menggali pemahaman anak untuk tiap-tiap nilai karakter. Kegiatan ini bisa dilakukan melalui bercerita dan dialog yang dipandu oleh guru, misalnya untuk tema tanaman, guru dapat mengajukan pertanyaan terbuka tentang karakter yang bertanggung jawab dalam memelihara tanaman.

b. Membangun penghayatan anak dengan melibatkan emosinya untuk menyadari pentingnya menerapkan nilai karakter (bertanggung jawab), misalnya mengajak anak untuk bersama-sama melakukan nilai-nilai karakter yang diceritakan.

2.    Kegiatan pembiasaan  dilakukan melalui:

  1. Kegiatan rutin lembaga PAUD, yaitu kegiatan yang  dilakukan di lembaga PAUD secara terus menerus dan konsisten setiap saat.
  2. Kegiatan spontan, yaitu kegiatan yang dilakukan secara langsung atau spontan pada saat itu juga.
  3. Keteladanan, yaitu kegiatan yang dapat ditiru dan  dijadikan panutan.
  4. Pengkondisian, yaitu situasi dan kondisi lembaga PAUD sebagai pendukung kegiatan pendidikan karakter.
  5. Budaya lembaga PAUD, mencakup suasana kehidupan di lembaga pAUD yang mencerminkan komunikasiyang efektif dan produktif yang mengarah pada perbuatan baik dan interaksi sesamanya dengan sopan dan santun, kebersamaan.

 

Penilaian

Tujuan penilaian adalah untuk mengetahui sejauh mana perubahan sikap dan prilaku anak-anak setelah mengikuti kegiatan di lembaga PAUD yang sarat dengan nilai nilai karakter.

Nilai-nilai dalam Pendidikan  Karakter AUD

RELIGIUS

  • Berdoa sebelum dan sesudah kegiatan.
  • Belajar praktek kegiatan keagamaan.
  • Pengumpulan dan pembagian Zajat, Infaq dan Sidqoh.
  • Pelaksanaan Kegiatan Qurban.
  • Menyantuni anak yatim.

 

JUJUR

  • Melatih kejujuran / kotak temuan
  • Memberikan uang sekolah / tabungan kepada guru secara utuh
  • Menyampaikan pesan dengan baik dan  benar

 

TOLERANSI

  • Berbicara pelan di dalam kelas
  • Menggunakan alat permainan secara bergantian
  • Saling membantu
  • Mau berbagi
  • Mau mendengarkan orang lain berbicara
  • Sabar menunggu giliran
  • Mau mengalah

 

DISIPLIN

  • Jika terlambat melapor pada guru
  • Jika berhalangan datang memberi tahu
  • Mengembalikan alat/mainan setelah digunakan
  • Memakai seragam sesuai jadwal
  • Membawa bekal sesuai jadwal
  • Tidak membawa uang selain untuk keperluan sekolah
  • Membayar uang sekolah paling lambat tanggal 10 setiap bulannya

KERJA KERAS

  • Menjadi petugas upacara
  • Memimpin doa
  • Membahas hasil karya pada akhir kegiatan

       
 

KREATIFITAS

  • Melukis dengan berbagai media
  • Melipat,meronce,menganyam
  • Membuat aneka mainan cari bahan bekas

 

KEMANDIRIAN

  • Masuk kelas sendiri
  • Melepas dan memakai sepatu sendiri
  • Melepas dan memakai baju sendiri
  • Mengambil peralaan sendiri
  • Makan dan minum sendiri
  • BAK dan BAB sendiri

 

DEMOKRATIS

  • Berani mengungkapkan pendapat
  • Mengambil keputusan bersama
  • Bekerjasama
  • Memilih kegiatan yang disenangi

 

RASA INGIN TAHU

  • Berani bertanya
  • Bereksplorasi
  • Bereksperimen

 

SEMANGAT KEBANGSAAN

  • Melaksanakan upacara bendera setiap hari Senin
  • Mengibarkan bendera di halaman sekolah setiap hari
  • Memasang simbul-simbul kenegaraan
  • Memutar lagu-lagu kebangsaan
  • Memutar lagu-lagu khas daerah
  • Memasang bendera merah putih kecil  di meja guru setiap kelas
  • Memajang foto pahlawan

 

CINTA TANAH AIR

  • Mencintai bahasa ibu
  • Mencintai seni budaya lokal
  • Menghargai perbedaan budaya antar suku bangsa

 

MENGHARGAI PRESTASI

  • Memasang hasil karya anak
  • Memberi reward untuk anak yang dapat menyelesaikan tugas dengan baik dan  cepat
  • Memberi Pin Garuda pada anak yang datang pertama

 

BERSAHABAT/ BERKOMUNIKASI

  • Berbicara dengan teman dan guru
  • Memberi salam
  • Bersikap ramah
  • Tidak mengganggu teman
  • Berbagi pengalaman melalui bercerita

 

CINTA DAMAI

  • Mau membantu dan tolong menolong
  • Saling menyayangi
  • Tanggung Jawab
  • Menyanyikan lagu yang berisi kasih  sayang

 

GEMAR MEMBACA

  • Memasang Area Bahasa
  • Mengunjungi Perpustakaan Sekolah
  • Menyediakan bermacam-macam buku cerita
  • Mengenal huruf dengan kartu huruf
  • Memasang gambar yang ada tulisannya
  • Mengenal tulisan melalui kegiatan
  • Pesona pagi

 

PEDULI LINGKUNGAN

  • Menyediakan tempat sampah
  • Membuang sampah pada tempatnya
  • Kerja bakti
  • Merawat tanaman

 

PEDULI SOSIAL

  • Memberikan sebagian bekal pada teman yang tidak membawa
  • lnfaq
  • Mengikuti Program Gemar Sedekah
  • Menyantuni anak yatim
  • Membantu masyarakat yang kena musibah

 

TANGGUNG JAWAB

  • Melaksanakan tugas sampai selesai
  • Menyiram bunga
  • Mengembalikan alat setelah digunakan

 

Sumber telah diadaptasi dari http://tknpembinakabpekalongan.blogspot.com/2013/02/pendidikan-karakter-anak-usia-dini.html

5 Fase Model Pembelajaran Langsung ( Direct Instruction)

Pada Model Pembelajaran Direct Instruction terdapat lima fase yang sangat penting. Sintaks Model tersebut disajikan dalam 5 (lima) tahap, sebagaimana berikut:

 

Fase 1 : Fase Orientasi

Pada fase ini guru memberikan kerangka pelajaran dan orientasi terhadap materi pelajaran. Kegiatan pada fase ini meliputi:

  • Kegiatan pendahuluan untuk mengetahui pengetahuan yang relevan dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa
  • Mendiskusikan atau menginformasikan tujuan pembelajaran
  • Memberi penjelasan atau arahan mengenai kegiatan yang akan dilakukan
  • Menginformasikan materi atau konsep yang akan digunakan dan kegiatan yang akan dilakukan selama pembelajaran
  • Menginformasikan kerangka pelajaran
  • Memotivasi siswa

Permendiknas 11/2011 Ketentuan Sertifikasi Guru dalam Jabatan

Pengertian Sertifikasi Guru dalam jabatan

Sertifikasi bagi guru dalam jabatan adalah proses pemberian sertifikat pendidik kepada guru yang bertugas sebagai guru kelas, guru mata pelajaran, guru bimbingan dan konseling, dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan.

Syarat Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan:

a. memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV);

b. belum memenuhi kualifikasi akademik S-1 atau D-IV apabila sudah:

  1. mencapai usia 50 tahun dan mempunyai pengalaman kerja 20 tahun sebagai guru; atau
  2. mempunyai golongan IV/a, atau yang memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/a;
  3. telah diangkat menjadi guru sebelum tanggal 30 Desember 2005.

Sertifikasi bagi guru dalam jabatan dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas yang belum memenuhi kualifikasi akademik S-1 atau D-IV berlaku dalam jangka waktu 5 tahun sejak berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. (Pasal 4, Permendiknas 11/2011)

PP 74/2008 ditetapkan pada 30 Desember 2008. Maka, guru yang diangkat mulai 1 Januari 2009, ketentuan sertifikasi tidak berdasarkan peraturan ini (akan diatur dengan peraturan lain).

Jalur Sertifikasi

Sertifikasi guru dalam jabatan dilaksanakan melalui 4 jalur: penilaian portofolio, pendidikan dan latihan profesi guru PLPG), pemberian sertifikat pendidik secara langsung, dan pendidikan profesi guru

a. penilaian portofolio;

  • Guru dalam jabatan yang memilih Sertifikasi melalui penilaian portofolio harus mengikuti tes awal yang dikoordinasikan oleh Konsorsium Sertifikasi Guru.
  • Guru dalam jabatan yang lulus dalam tes awal harus menyerahkan portofolio untuk penilaian.
  • Guru dalam jabatan yangtidak lulus dalam tes awal harus mengikuti pendidikan dan latihan profesi guru.

b. pendidikan dan latihan profesi guru;

  • Guru dalam jabatan yang tidak lulus pendidikan dan latihan profesi guru diberi kesempatan mengulang uji kompetensi satu kali.

c. pemberian sertifikat pendidik secara langsung;

  • guru yang sudah memiliki kualifikasi akademik S-2 atau S-3 dari perguruan tinggi terakreditasi dalam bidang kependidikan atau bidang studi yang relevan dengan mata pelajaran atau rumpun mata pelajaran yang diampunya dengan golongan paling rendah IV/b atau yang memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/b;
  • guru yang sudah mempunyai golongan paling rendah IV/c, atau yang memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/c.

d. Pendidikan Profesi Guru (PPG)

  • PPG dalam Jabatan

Pendidikan Profesi Guru dalam jabatan, pendidikan bagi guru untuk memperoleh sertifikat pendidik.

  • PPG Prajabatan adalah program pendidikan yang diselenggarakan untuk mempersiapkan lulusan S1 Kependidikan dan S1/D IV Non Kependidikan yang memiliki bakat dan minat menjadi guru agar menguasai kompetensi guru secara utuh sesuai dengan standar nasional pendidikan sehingga dapat memperoleh sertifikat pendidik profesional pada pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah

Uji Kompetensi Awal Sertifikasi Guru 2012

Tes awal sertifikasi guru 2012 jalur PLPG direncanakan Februari. Bagi yang telah ditetapkan sebagai peserta sergu 2012 akan segera menerima Formulir A1 dari Dinas Pendidikan.

Berikut daftar mapel kisi-kisi uji kompetensi awal (UKA) bagi peserta PLPG.

Kisi-kisi UKA kini telah lebih lengkap dengan tambahan:

02 Februari 2012 :

Guru Kelas SDLB, Teknik Pendingin dan Tata Udara, Kehutanan, dan Guru Kelas.

04 Februari 2012 :

Teknik Industri, Kewirausahaan, PAUD TK, Tata Boga, Teknik Perkapalan, Teknik Telekomunikasi, Teknik Plumbing Sanitasi, Penyuluhan Pertanian, Survey Pemetaan, Survey Pemetaan, Pendidikan Jasmani, Agribisnis Produksi Ternak, dan Grafik.

Untuk mengunduh file silakan masuk di sini, kemudian pilih mapel.

Semoga bermanfaat dan untuk yang persiapan menghadapi uji kompetensi awal selamat belajar semoga berhasil!