Over Convidence

Over Percaya Diri adalah sebutan bagi orang yang memiliki tingkat percaya diri yang berlebihan. Rasa percaya diri yang meluap biasanya bukan bersumber dari potensi yang ada dari dalam diri kita, namun karena di dasari oleh tekanan dari lingkungan.Lingkungan yang telah menuntutnya terlalu banyak, sehingga individu yang bersangkutan merasa tertekan dan harus menunjukkan diri bahwa ia bisa. Lingkungan disini yang di madsud adalah lingkungan yang dekat individu itu sendiri, misalnya orang tua dan masyarakat di sekitar ia tinggal.

Sifat over percaya diri hanyalah sebuah topeng yang biasanya hanya untuk memuaskan tuntutan hidup dalam diri individu. Selain itu pergaulan dengan teman-teman sebaya dan juga media massa yang menyajikan sebuah persepsi yang salah tentang kepribadian juga dapat mendorong rasa bercaya diri yang berlebihan pada diri seseorang. Tetapi sumber percaya diri yang berlebihan bisa juga bermula karena orang itu tidak berpijak pada kenyataan yang ada dalam dirinya,sehingga ia salah menjalani hidup.

Selain faktor-faktor di atas, pola asuh yang keliru termasuk salah satu faktur yang bisa membentuk pribadi seseorang menjadi over percaya diri. Hal ini biasanya terjadi pada orang tua yang sering memanjakan anak dengan menganggap bahwa si anak adalah seseorang yang di istimewakan, di anggap pandai, cakap, dan memastikan kepada si anak bahwa masa depannya akan berjalan tanpa hambatan.

Setelah itu, begitu si anak beranjak dewasa, ia menganggap segala yang telah di capai adalah semata-mata karena usahanya sendiri tanpa menghiraukan peran-peran orang yang ada di sekitarnya. Hal ini terjadi karena asumsi yang keliru tentang diri sendiri hingga rasa percaya diri yang begitu besar itu tidak dilandasi kemampuan secara nyata. Akibatnya, ia akan berubah menjadi pribadi dictator yang suka mengatur orang, menguasai, dan merampas sesuatu yang di inginkan.

Dari beberapa hal yang kita bahas akan tampak bahwa rasa percaya diri yang berlebihan itu memang berasal dari kemampuan diri sendiri, Karena saat itu ia tidak menunjukkan kemampuannya secara nyata dalam dirinya. Bisa juga rasa percaya diri mereka berasal dari faktor latar belakang misalnya dari keluarga kaya, memiliki jabatan prestesius, memiliki relasi yang luas, ekonominya memadai, dan lain sebagainya.Padahal untuk menjadi sosok yang percaya diri, haruslah ia berpinjak pada kemampuan secara nyata.

Akan lebih baik kalau kita mencoba untuk mengembangkan kemampuan diri tanpa berpijak pada kemampuan yang tidak nyata yang sebenarnya bukan bagian dari kita seperti kekayaan, status ekonomi, jabatan, karier, dan lain sebagainya. Hidup ini terlalu singkat dan berharga untuk menjadi “orang lain“. Pada dasarnya, menjadi dirimu sendiri menjanjikan pengalaman hidup yang sangat seru yang tak mungkin kita alami lagi untuk kedua kalinya.

Source : http://sosseres.blogspot.com/2011/02/over-convidence.html

One response to “Over Convidence

Comments are closed.