Konsep Bertanya dalam CTL

Salah satu landasan dalam pembelajaran kontekstual adalah “bertanya”. Contextual Teaching and Learning mempunyai ciri tersendiri dalam memodel “bertanya”. Baik guru dan murid mempunyai kecenderungan kritis sehingga dapat memaksimalkan bagaiamana mereka melakukan dialog dalam sebuah pertanyaan.

Proses pembelajaran yang dilakukan peserta didik diawali dengan bentuk protes, yang akan menimbulkan pertanyaan. Protes bertanya yang dilakukan peserta didik sebenarnya merupakan proses berfikir yang dilakukan pesereta didik dalam rangkah memecahkan masalah dalam kehidupannya.

Bertanya mempunyai nilai-nilai positif dalam pengembangan pembelajaran dan kepribadian, serta sangat menunjang logika berfikir kritis. Berikut adalah beberapa hal yang dapat diambil manfaatnya dari konsep bertanya:

  • Membangun perhatian (Attention
    Building);
  • Membangun minat (Interest
    Building);
  • Membangun motifasi (motifation Building);
  • Membangun sikap (Aptittude Building);
  • Membangun rasa keingintahuan (Curiusity Building);
  • Membangun interaksi antar siswa dengan siswa
  • Membangkitkan interaksi antara siswa dengan guru
  • Interaksi antara siswa dengan lingkungannyasecra kontekstual;
  • Membangun lebih banyak lagi pertanyaan yang dilakukan siswa dalam rangka menggali dan menemukan lebih banyak informasi (pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh oleh peserta didik)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s