INFO PENERIMAAN MURID BARU TP 2015/2016

PAUD TERPADU ANAK CERIA Banjarbaru, membuka Penerimaan Murid Baru untuk Tahun Pelajaran 2015/2016, untuk program  Taman Kanak Kanak,  Kelompok Bermain dan Taman Pengasuhan.

Jadwal Pendaftaran  :

  1. Gelombang Pertama, tanggal 15 Januari s/d 27 Maret 2015
  2. Gelombang Kedua, tanggal 01 April s/d 27 Juni 2015

Tempat Pendaftaran  :

PAUD TERPADU ANAK CERIA.  Komplek Bharata. Jl Krisna Nomor 105. Banjarbaru.  Telepon 0857-8779-6941

Waktu Pendaftaran  :

Senin s/d Jum’at, Jam 08.00 s/d 12.00 Wita

PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK ANAK USIA DINI

Pengertian Karakter

1.     Karakter adalah tabiat atau kebiasaan untuk melakukan hal yang baik.

2.     Nilai-nilai karakter adalah sikap dan perilaku yang didasarkan pada norma dan nilai yang berlaku di masyarakat, yang mencakup aspek spiritual, aspek personal/kepribadian, aspek sosial, dan aspek lingkungan

3.    Pendidikan karakter adalah upaya penanaman nilai-nilai karakter kepada anak didik yang meliputi pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai kebaikan dan kebajikan, kepada Tuhan YME, diri sendiri, sesama, lingkungan maupun kebangsaan agar menjadi manusia yang berakhlak

Tujuan khusus

  1. Meningkatkan pengetahuan & pemahaman tenaga kependidikan, pendidik, pengasuh, dan orang tua tentang nilai-nilai karakter
  2. Meningkatkan keterampilan tenaga kependidikan,pendidik pengasuh dan orang-tua mengenai cara menanamkan nilai-nilai karakter
  3. Meningkatkan keterampilan tenaga kependidikan, pendidik, pengasuh dan orang tua mengenai carape nilaian terhadap nilai-nilai karakter

 

Sasaran

Sasaran atau pengguna pedoman penanaman nilai-nilai  karakter di PAUD meliputi:

  1. Tenaga Kependidikan Lembaga PAUD
  2. Pendidik atau Guru anak usia dini
  3. Pengasuh anak usia dini
  4. Orang tua.

 

Landasan Hukum

  1. Undang-Undang Nomor 23 Perlindungan Anak
  2. Undang-Undang Nomor 4  Kesejahteraan Anak
  3. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
  4. Peraturan Pemerintah Nomor  19 Tahun 2005   tentang Standar Nasional Pendidikan
  5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor  58 tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini.

 

Asfek Pendidikan Karakter pada PAUD

Nilai-nilai pendidikan karakter yang dapat ditanamkan pada anak usia dini (0-6 tahun), mencakup empat aspek,yaitu:

  1. Aspek Spiritual
  2. Aspek personal/kepribadian
  3. Aspek Sosial, dan
  4. Aspek lingkungan.

 

Prinsip-prinsip pendidikan karakter

  1. Melalui contoh dan keteladanan
  2. Dilakukan secara berkelanjutan
  3. Menyeluruh, terintegrasi dalam seluruh aspek perkembangan
  4. Menciptakan suasana kasih sayang
  5. Aktif memotivasi anak
  6. Melibatkan pendidik dan tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat.
  7. Adanya penilaian

Kriteria Pendidik dan Tenaga Kependidikan Lembaga PAUD

Untuk melaksanakan pendidikan karakter ada beberapa prasyarat yang harus dimiliki seorang guru pendidik karakter yaitu:

  • Pendidik menjadikan dirinya sebagai figur teladan yang berakhlak mulia, antara lain berbuat baik, santun, berprasangka baik, dan memiliki semangat.
  • Pendidik mengutamakan tujuan pengembangan karakter anak didiknya dalam penerapan proses pendidikan.
  • Pendidik senantiasa mengadakan dialog terbuka secara bijak tentang isu-isu moral dengan anak didiknya, tentang bagaimana seharusnya menjalankan hidup, serta menjelaskan apa yang baik dan apa yang buruk.
  • Pendidik menumbuhkan rasa empati anak, yaitu dengan mengajak anak merasakan apa yang dirasakan orang ‘ lain.
  • Pendidikmengintegrasikan nilai-nilai pendidikan karakter  dalam berbagai aktivitas pembelajaran.
  • Pendidik menciptakan suasan lingkungan yang mendukung
  • Pendidik membangun serangkaian aktivitas penerapan nilai-nilai karakter di rumah, di lembaga PAUD, dan di masyarakat sekitarnya.

Penerapan pendidikan karakter  pada paud

  1. Perencanaan
  • Mengenal dan memahami anak seutuhnya sesuai dengan tahapan perkembangan dan karakteristiknya, seperti:
    • anak sebagai peneliti ulung
    • aktif gerak
    • pantang menyerah
    • maju tak pernah putus asa
    • terbuka
    • bersahabat, dan
    • tak membedakan.

    2.     Nilai-nilai pendidikan karakter diterapkan menyatu dengan kegiatan inti proses belajar mengajar yang dilakukan dengan cara:

    a.Memilih nilai-nilai karakter yang sesuai dengan tema dan judul kegiatan pembelajaran.

    b.Menentukan indikator perkembangan nilai-nilai karakter, sesuai dengan tahap perkembangan anak

    c.Menentukan jenis dan tahapan kegiatan yang akan dilaksanakan

Pelaksanaan

1.    Kegiatan terprogram antara lain:

a.    Menggali pemahaman anak untuk tiap-tiap nilai karakter. Kegiatan ini bisa dilakukan melalui bercerita dan dialog yang dipandu oleh guru, misalnya untuk tema tanaman, guru dapat mengajukan pertanyaan terbuka tentang karakter yang bertanggung jawab dalam memelihara tanaman.

b. Membangun penghayatan anak dengan melibatkan emosinya untuk menyadari pentingnya menerapkan nilai karakter (bertanggung jawab), misalnya mengajak anak untuk bersama-sama melakukan nilai-nilai karakter yang diceritakan.

2.    Kegiatan pembiasaan  dilakukan melalui:

  1. Kegiatan rutin lembaga PAUD, yaitu kegiatan yang  dilakukan di lembaga PAUD secara terus menerus dan konsisten setiap saat.
  2. Kegiatan spontan, yaitu kegiatan yang dilakukan secara langsung atau spontan pada saat itu juga.
  3. Keteladanan, yaitu kegiatan yang dapat ditiru dan  dijadikan panutan.
  4. Pengkondisian, yaitu situasi dan kondisi lembaga PAUD sebagai pendukung kegiatan pendidikan karakter.
  5. Budaya lembaga PAUD, mencakup suasana kehidupan di lembaga pAUD yang mencerminkan komunikasiyang efektif dan produktif yang mengarah pada perbuatan baik dan interaksi sesamanya dengan sopan dan santun, kebersamaan.

 

Penilaian

Tujuan penilaian adalah untuk mengetahui sejauh mana perubahan sikap dan prilaku anak-anak setelah mengikuti kegiatan di lembaga PAUD yang sarat dengan nilai nilai karakter.

Nilai-nilai dalam Pendidikan  Karakter AUD

RELIGIUS

  • Berdoa sebelum dan sesudah kegiatan.
  • Belajar praktek kegiatan keagamaan.
  • Pengumpulan dan pembagian Zajat, Infaq dan Sidqoh.
  • Pelaksanaan Kegiatan Qurban.
  • Menyantuni anak yatim.

 

JUJUR

  • Melatih kejujuran / kotak temuan
  • Memberikan uang sekolah / tabungan kepada guru secara utuh
  • Menyampaikan pesan dengan baik dan  benar

 

TOLERANSI

  • Berbicara pelan di dalam kelas
  • Menggunakan alat permainan secara bergantian
  • Saling membantu
  • Mau berbagi
  • Mau mendengarkan orang lain berbicara
  • Sabar menunggu giliran
  • Mau mengalah

 

DISIPLIN

  • Jika terlambat melapor pada guru
  • Jika berhalangan datang memberi tahu
  • Mengembalikan alat/mainan setelah digunakan
  • Memakai seragam sesuai jadwal
  • Membawa bekal sesuai jadwal
  • Tidak membawa uang selain untuk keperluan sekolah
  • Membayar uang sekolah paling lambat tanggal 10 setiap bulannya

KERJA KERAS

  • Menjadi petugas upacara
  • Memimpin doa
  • Membahas hasil karya pada akhir kegiatan

       
 

KREATIFITAS

  • Melukis dengan berbagai media
  • Melipat,meronce,menganyam
  • Membuat aneka mainan cari bahan bekas

 

KEMANDIRIAN

  • Masuk kelas sendiri
  • Melepas dan memakai sepatu sendiri
  • Melepas dan memakai baju sendiri
  • Mengambil peralaan sendiri
  • Makan dan minum sendiri
  • BAK dan BAB sendiri

 

DEMOKRATIS

  • Berani mengungkapkan pendapat
  • Mengambil keputusan bersama
  • Bekerjasama
  • Memilih kegiatan yang disenangi

 

RASA INGIN TAHU

  • Berani bertanya
  • Bereksplorasi
  • Bereksperimen

 

SEMANGAT KEBANGSAAN

  • Melaksanakan upacara bendera setiap hari Senin
  • Mengibarkan bendera di halaman sekolah setiap hari
  • Memasang simbul-simbul kenegaraan
  • Memutar lagu-lagu kebangsaan
  • Memutar lagu-lagu khas daerah
  • Memasang bendera merah putih kecil  di meja guru setiap kelas
  • Memajang foto pahlawan

 

CINTA TANAH AIR

  • Mencintai bahasa ibu
  • Mencintai seni budaya lokal
  • Menghargai perbedaan budaya antar suku bangsa

 

MENGHARGAI PRESTASI

  • Memasang hasil karya anak
  • Memberi reward untuk anak yang dapat menyelesaikan tugas dengan baik dan  cepat
  • Memberi Pin Garuda pada anak yang datang pertama

 

BERSAHABAT/ BERKOMUNIKASI

  • Berbicara dengan teman dan guru
  • Memberi salam
  • Bersikap ramah
  • Tidak mengganggu teman
  • Berbagi pengalaman melalui bercerita

 

CINTA DAMAI

  • Mau membantu dan tolong menolong
  • Saling menyayangi
  • Tanggung Jawab
  • Menyanyikan lagu yang berisi kasih  sayang

 

GEMAR MEMBACA

  • Memasang Area Bahasa
  • Mengunjungi Perpustakaan Sekolah
  • Menyediakan bermacam-macam buku cerita
  • Mengenal huruf dengan kartu huruf
  • Memasang gambar yang ada tulisannya
  • Mengenal tulisan melalui kegiatan
  • Pesona pagi

 

PEDULI LINGKUNGAN

  • Menyediakan tempat sampah
  • Membuang sampah pada tempatnya
  • Kerja bakti
  • Merawat tanaman

 

PEDULI SOSIAL

  • Memberikan sebagian bekal pada teman yang tidak membawa
  • lnfaq
  • Mengikuti Program Gemar Sedekah
  • Menyantuni anak yatim
  • Membantu masyarakat yang kena musibah

 

TANGGUNG JAWAB

  • Melaksanakan tugas sampai selesai
  • Menyiram bunga
  • Mengembalikan alat setelah digunakan

 

Sumber telah diadaptasi dari http://tknpembinakabpekalongan.blogspot.com/2013/02/pendidikan-karakter-anak-usia-dini.html

Pengumuman Awal Semester II TP 2013/2014

Assalamu’alaikum Wr, Wb
Diumumkan bahwa awal semester II TP 2013/2014 adalah tanggal 6 Januari 2014. Kepada seluruh orang tua dan wali siswwa agar mempersiapkan putra dan putrinya untuk mengikuti kegiatan proses bermain dan belajar pada PAUD TERPADU Anak Ceria – Muslim Pre School Banjarbaru.
Demikian Pengumuman ini.
Wassalamu’alaikum Wr Wb

Over Convidence

Over Percaya Diri adalah sebutan bagi orang yang memiliki tingkat percaya diri yang berlebihan. Rasa percaya diri yang meluap biasanya bukan bersumber dari potensi yang ada dari dalam diri kita, namun karena di dasari oleh tekanan dari lingkungan.Lingkungan yang telah menuntutnya terlalu banyak, sehingga individu yang bersangkutan merasa tertekan dan harus menunjukkan diri bahwa ia bisa. Lingkungan disini yang di madsud adalah lingkungan yang dekat individu itu sendiri, misalnya orang tua dan masyarakat di sekitar ia tinggal.

Sifat over percaya diri hanyalah sebuah topeng yang biasanya hanya untuk memuaskan tuntutan hidup dalam diri individu. Selain itu pergaulan dengan teman-teman sebaya dan juga media massa yang menyajikan sebuah persepsi yang salah tentang kepribadian juga dapat mendorong rasa bercaya diri yang berlebihan pada diri seseorang. Tetapi sumber percaya diri yang berlebihan bisa juga bermula karena orang itu tidak berpijak pada kenyataan yang ada dalam dirinya,sehingga ia salah menjalani hidup.

Selain faktor-faktor di atas, pola asuh yang keliru termasuk salah satu faktur yang bisa membentuk pribadi seseorang menjadi over percaya diri. Hal ini biasanya terjadi pada orang tua yang sering memanjakan anak dengan menganggap bahwa si anak adalah seseorang yang di istimewakan, di anggap pandai, cakap, dan memastikan kepada si anak bahwa masa depannya akan berjalan tanpa hambatan.

Setelah itu, begitu si anak beranjak dewasa, ia menganggap segala yang telah di capai adalah semata-mata karena usahanya sendiri tanpa menghiraukan peran-peran orang yang ada di sekitarnya. Hal ini terjadi karena asumsi yang keliru tentang diri sendiri hingga rasa percaya diri yang begitu besar itu tidak dilandasi kemampuan secara nyata. Akibatnya, ia akan berubah menjadi pribadi dictator yang suka mengatur orang, menguasai, dan merampas sesuatu yang di inginkan.

Dari beberapa hal yang kita bahas akan tampak bahwa rasa percaya diri yang berlebihan itu memang berasal dari kemampuan diri sendiri, Karena saat itu ia tidak menunjukkan kemampuannya secara nyata dalam dirinya. Bisa juga rasa percaya diri mereka berasal dari faktor latar belakang misalnya dari keluarga kaya, memiliki jabatan prestesius, memiliki relasi yang luas, ekonominya memadai, dan lain sebagainya.Padahal untuk menjadi sosok yang percaya diri, haruslah ia berpinjak pada kemampuan secara nyata.

Akan lebih baik kalau kita mencoba untuk mengembangkan kemampuan diri tanpa berpijak pada kemampuan yang tidak nyata yang sebenarnya bukan bagian dari kita seperti kekayaan, status ekonomi, jabatan, karier, dan lain sebagainya. Hidup ini terlalu singkat dan berharga untuk menjadi “orang lain“. Pada dasarnya, menjadi dirimu sendiri menjanjikan pengalaman hidup yang sangat seru yang tak mungkin kita alami lagi untuk kedua kalinya.

Source : http://sosseres.blogspot.com/2011/02/over-convidence.html