Refreshing : Model Pembelajaran Sentra

BCCT (Beyond Centers and Circle Time) atau pembelajaran sentra merupakan salah satu konsep pembelajaran anak usia dini. Secara sederhana, sentra bisa diartikan sebagai suatu wadah yang disiapkan guru bagi kegiatan bermain anak. Melalui kegiatan bermain tersebut, guru bisa mengalirkan materi pembelajaran yang telah disusun dalam bentuk lesson plan. Rangkaian kegiatan itu harus saling berkaitan dan saling mendukung untuk mencapai tujuan belajar harian, dan tujuan belajar pada semua sentra pada satu hari harus sama. Setiap Sentra memiliki Center Point dan semua mengacu pada tujuan pembelajaran yang telah direncanakan tim Guru.


Kita tidak mengetahui pengetahuan apa yang paling diperlukan anak di masa depan, oleh karena itu, tidak ada gunanya untuk mengajarkan sekarang. Sebaiknya kita membantu anak sekarang untuk makin mencintai dan makin pandai belajar sehingga dapat belajar segala sesuatu pada saat membutuhkan“.

Sentra membuat anak belajar dengan gembira dan senang. Suasana nyaman dan menyenangkan sangat disarankan. Karena, jika anak dalam kondisi tertekan, kecewa, sedih atau marah (emosi negatif), maka ia tidak akan dapat belajar. Berdasarkan hasil penelitian, otak sebagai pusat berfikir manusia tidak akan berfungsi jika dalam keadaan emosi negatif. Dalam pendidikan usia dini, Selama proses pembelajaran guru dilarang untuk mengajarkan dengan cara menyuruh, melarang, memarahi, dan mendikte. Guru harus memberikan kata-kata positif yang bersifat membangun. Dalam model pembelajaran sentra ada 3 jenis main yang dikembangkan yaitu main sensorimotor, main pembangunan dan main peran.


Prinsip Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini:

  1. Pendidikan berorientasi pada kebutuhan anak
  2. Dunia anak adalah dunia bermain, maka selayaknyalah konsep pendidikan untuk anak usia dini dirancang dalam bentuk bermain. Intinya Bermain adalah belajar , dan belajar adalah bermain. Anak dirangsang untuk secara aktif melakukan kegiatan bermain sambil belajar. Lingkungan belajar disetting sedemikian rupa agar anak dapat eksplorasi sendiri pengetahuannya melalui benda-benda yang dimainkan (Happy Learning)
  3. Kegiatan pembelajaran dirancang secara cermat untuk membangun sistematika kerja. Bagaimana anak membuat pilihan-pilihan dari serangkaian kegiatan, fokus dari apa yang dikerjakan dan berusaha menyelesaiakan apa yang sudah dimulai dengan tuntas.
  4. Kegiatan pembelajaran berorientasi pada pengembangan kecakapan hidup anak, yaitu membantu anak menjadi mandiri, disiplin, mampu bersosialisasi dan memilki ketrampilan dasar yang berguna bagi kehidupannya kelak.
  5. Pendidikan dilaksanakan secara bertahap dan berulang-ulang dengan mengacu kepada prinsip-prinsip perkembangan anak.
  6. Dalam kegiatan main anak akan lebih banyak bila mendapat pijakan dari guru.

Pijakan bermain bagi anak ada 4:

1. Pijakan berupa penataan lingkungan main.

  • Mengelola lingkungan main dengan bahan-bahan yang cukup (3 tempat main untuk setiap anak)
  • Merencanakan Intensitas dan densitas pengalaman
  • Memiliki berbagai jenis bahan yang mendukung 3 jenis main (Sensorimotor, Pembangunan dan main peran)
  • Memiliki berbagai bahan yang mendukung pengalaman keaksaraan.
  • Menata kesempatan main untuk setiap anak guna mendukung hubungan sosial yang positif.

2. Pijakan awal main.

  • Membaca buku yang berkaitan dengan pengalaman atau mendatangkan narasumber.
  • Menggabungkan kosakata baru dan menunjukkan konsep yang mendukung perolehan ketrampilan kerja (Standar Kinerja)
  • Memberikan gagasan bagaimana menggunakan bahan-bahan
  • Mendiskusikan aturan dan harapan untuk pengalaman main
  • Menjelaskan rangkaian waktu main
  • Mengelola anak untuk keberhasilan hubungan social
  • Merancang dan menerapkan urutan transisi main

3. Pijakan individual yang diberikan saat anak main.

  • Memberikan anak waktu untuk mengelola dan memperluas pengalaman main mereka
  • Mencontohkan komunikasi yang tepat
  • Memperkuat dan memperluas bahasa anak
  • Meningkatkan kesempatan social melalui dukungan pada hubungan teman sebaya
  • Mengamati dan mendokumentasikan perkembangan dan kemajuan main anak.

4. Pijakan setelah main.

  • Mendukung anak untuk mengingat kembali pengalaman mainnya dan saling menceritakan pengalaman mainnya
  • Menggunakan waktu membereskan sebagai pengalaman belajar positif melalui pengelompokan, urutan, dan penataan lingkungan main secara tepat.

Prosedur kerja guru dalam pelaksanaan sentra:

  1. Persiapan Guru
  2. Penataan lingkungan
  3. Pijakan awal main
  4. Pijakan saat main
  5. Beres-beres
  6. Recalling
About these ads

11 responses to “Refreshing : Model Pembelajaran Sentra

  1. untuk pmodel pembelajaran sentra apakah RKM dan RKH nya ada perbedaan dengan yg model pembelajaran kelompok ? mohon saya di kirimi contoh RKM dan RKH model pembelajaran sentra. trims

  2. terimakasih sudah berbagi ilmu…
    bunda,saya berharap bunda bisa berbagi contoh SKM dan SKH TK,
    terimakasih sebelumnya,

  3. Saya ingin bertanya
    Apakah di setiap sentra anak selalu mengalami permainan sensomotorik, konstruktif dan peran?
    Terima kasih

    paud anak ceria says :
    Tipe permainan yang ada dalam kelas sentra tergantung pada sentra apa yang dikenakan pada siswa pada saat itu, misalnya anak berkegiatan pada sentra balok, maka siswa akan melakukan kegiatan pembangunan atau konstruktifitas, begitu juga dengan sentra lainnya. Tentu saja acuan kegiatan tergantung pafa RKH yang telah disusun sebelumnya.
    Sebagai acuan dalam pelaksanaan kelas sentra dalam satu hari, ada lembaga yang memberlakukan beberapa sentra dalam satu hari kegiatan, dan ada juga lembaga yang hanya mengenakan satu sentra dalam kegiatan hariannya. Perbandingannya adalah jika anak bermain banyak sentra dalam satu hari, maka waktu bermainnya akan sangat pendek dan apa yang kita targetkan dalam penilaian juga akan dangkal tgerhadap asfek perkembangan dan indikator perkembangannya, berbeda jika dalam satu hari anak bermain dalam satu sentra saja, maka anak akan mempunyai waktu yang panjang dalam sentra tersebut, sehingga anak akan lebih terpuaskan dalam berkegiatan dan penilaianpun akan lebih komprehensif.
    Demikian bunda fauziah .. semoga bermanfaat

  4. Terimakasih bunda atas ilmunya,saya mengharap bunda mau berbagi ilmu bagaimana caranya membuat RKM & RKH untuk PAUD dengan menggunakan sentra dan penilaian untuk anak. Saya berharap jika ada yang lebih banyak ilmu yang bunda punya,tolong saya dibagi ilmunya ya Bunda. ini email saya samrotulq@yahoo.com. Terimakih banyak sebelumnya

  5. assalamualaiku, terimakasih untuk berbagi informasinya semoga menjadi investasi dunia akhirat, saya mohon tolong kiriman skh ke email saya. terimakasih banyak

  6. Bun ….. makasih infonya , boleh gak minta contoh RKM dn RKH model pembelajaran sentra lengkap dengan kegiatan mainnya

  7. terimakasih atas informasi yang sangat bermanfaat ini untuk pengembangan model pembelajaran dengan metode sentra, tapi saya masih bingung dengan pembuatan RKM dan RKH nya mudah2an lembaga panjenengan berkenan berbagi ilmu kepada kami. terimakasih…bisa di kirim lewat email saya, aniszahrotulhusna@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s