Kurangnya Daya Konsentrasi Anak, Bagaimana Cara Mengatasinya ?

Konsentrasi adalah bagaimana anak fokus dalam mengerjakan atau melakukan sesuatu sehingga pekerjaan itu mampu dikerjakan dalam waktu tertentu. Kemampuan anak berkonsentrasi berbeda-beda sesuai dengan usianya. Rentang perhatian anak dalam menerima informasi melalui aktivitas apapun juga berbeda.

Rentang perhatian pada anak pra-sekolah sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, misalnya kurang menariknya materi, faktor lingkungan yang ramai, kesulitan anak untuk mengerjakan, dll. Untuk anak-anak memang sangat dibutuhkan kemampuan yang aktif untuk menyampaikan materi dan disesuaikan dengan perkembangan motoriknya.

Sedangkan yang dimaksud dengan kesulitan konsentrasi adalah bila tidak fokus dalam memperhatikan suatu hal atau perhatiannya terpecah dan mudah beralih. Jadi, untuk suatu pekerjaan, dia tidak bisa menuntaskannya. Sedikit-sedikit, perhatiannya sudah berubah dan itu terjadi pada semua hal. Akan tetapi kesimpulan bahwa seorang anak sulit konsentrasi, baru bisa didapat setelah dibandingkan dengan anak normal umumnya.

Kondisi Wajar

Dengan keadaan anak yang sulit berkonsentrasi, orang tua hendaknya tidak bisa secara langsung menyimpulkan anaknya mengalami gangguan konsentrasi. Jika anak usia batita tampak tidak bisa diam, seolah-olah hiperaktif, mungkin sebenarnya normal. Karena memang kondisi anak-anak usia batita yang biasanya tidak bisa diam. Masalahnya, ia memang sedang berada dalam fase eksplorasi, ingin mencoba semuan benda untuk dipegang, diremas, digigit, dilempar dan diambil kembali, dan berlari ke sana kemari untuk menjelajah. Di usia ini kemampuan batita untuk mempertahankan atensi memang relatif pendek.

Kalau memang si anak tidak mengalami kelainan misalnya hiperaktif, kalau disuruh diam anak, anak juga bisa diam. Anak yang hiperaktif malah sama sekali tidak bisa konsentrasi pada semua hal. Berbda dengan anak normal yang mungkin hanya pada hal-hal tertentu saja ia tidak bisa diam atau dalam keadaan bosan.

Baru di usia sekitar 4-5 tahun anak mulai mampu berkonsentrasi dan menyelesaikan suatu tugas sampai selesai. Jika anak bisa konsentrasi 5 menit saja, secara umum dapat dikatakan konsentrasinya cukup baik, bila lebih dari 5 menit, berarti si anak memang lebih dibanding rata-rata anak umumnya. Perlu diwaspadai jika si kecil berumur 5 tahun memegang sesuatu lalu sesaat kemudian sudah dilempar (benda apa saja), berarti ada sesuatu dengan diri si anak.

Faktor Penyebab

Sulit berkonsentrasi, terlebih dahulu harus dilihat apa penyebab anak sulit berkonsentrasi? Banyak para orang tua yang bingung dan khawatir mengenai anaknya yang sulit berkonsentrasi atau anaknya termasuk hiperaktif.

Ada tiga hal yang menyebabkan terjadinya kesulitan berkonsentrasi, yaitu:

Faktor eksternal, ada dua hal yang bisa mempengaruhi, antara lain:

Lingkungan. Untuk faktor lingkungan, misalnya, anak diberi tugas menggambar. Pada saat yang bersamaan, ia mendengar suara ramai dan itu lebih menarik perhatiannya sehingga tugasnya pun diabaikan. Berarti lingkungan mempengaruhi konsentrasinya.

Pola pengasuhan yang permissive yaitu pengasuhan yang sifatnya menerima atau membolehkan apa saja yang anak lakukan. Sehingga anak kurang dilatih untuk menyelesaikan suatu tugas sampai selesai dan jika ia mengalami kesulitan orang tua bisa membantunya sehingga ia mampu menyelesaikannya tidak dibiarkan saja anak beralih melakukan sesuatu yang lain.

Faktor psikologis

Faktor psikologia anak juga bisa mempengaruhi konsentrasi anak. Anak yang mengalami tekanan, ketika mengerjakan sesuatu ia bisa menjadi tidak konsentrasi sehingga tidak fokus dalam menyelesaikan pekerjaannya. Contoh yang berbeda, misalnya “suasana di sekolah yang berbeda dengan suasana di rumah. Anak kaget, karena mempunyai teman yang lebih berani, sehingga ketakutan dan kekhawatiran si anak membuatnya sulit untuk konsentrasi. Akibatnya, konsentrasi di kelas untuk menerima pelajaran menjadi berkurang. Jadi, karena faktor psikologis anak yang disebabkan karena kurangnya kemampuan bersosialisasi bisa membuat anak menjadi kurang berkonsentrasi di sekolah.

Faktor internal

Berkenaan dengan faktor internal adalah faktor dari dalam dirinya sendiri antara lain karena adanya gangguan perkembangan otak dan hormon yang dihasilkan lebih banyak sehingga anak cenderung menjadi hiperaktif. Jika anak lamban/lambat disebabkan karena hormone yang dihasilkan oleh neurotransmitter-nya kurang. Sehingga bisa mengakibatkan lambannya konsentrasi.

Konsentrasi atau perhatian biasanya berada di otak daerah frontal (depan) dan parientalis (samping). Gangguan di daerah ini bisa menyebabkan kurang atensi atau perhatian. Jadi, karena sistem di otak dalam memformulasikan fungsi-fungsi aktivitas, seperti penglihatan, pendengaran, motorik, dan lainnya, di seluruh jaringan otak itu terganggu, maka anak tidak dapat berkonsentrasi karena input yang masuk ke otak terganggu. Akibatnya, stimulasinya pun tidak bagus, Gangguan ini bukan merupakan bawaan melainkan bisa didapat misalnya karena terkena infeksi otak.

Karena itulah penyebab sulitnya berkonsentrasi harus dicari terlebih dahulu apakah karena faktor eksternal atau internal. Apabila penyebabnya karena faktor lingkungan, orang tua dapat membantu anak untuk meminimalkan lingkungan sedemikian rupa agar anak bisa fokus atau memusatkan perhatiannya. Biasanya kalau sudah memasuki usia sekolah, di mana rentang konsentrasi-nya sudah lebih panjang, anak tidak terlalu bermasalah kecuali jika anak memang mempunyai kelainan. Sedangkan untuk anak yang mengalami gangguan konsentrasi yang lebih disebabkan karena faktor dari dalam dirinya seperti hiperaktif, terapi yang diberikan adalah secara medik/obat dan terapi perilaku. Umumnya kalau sudah diberi obat, hiperaktifnya berkurang. Sedangkan untuk konsentrasi lambat diterapi untuk meningkatkan konsentrasinya.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan dalam mengatasi anak sulit berkonsentrasi :

Mencari tahu penyebab kesulitan anak berkonsentrasi.

Dari beberapa faktor penyebab kesulitan konsentrasi yang telah dibahas diatas, langkah selanjutnya adalah menganalisa penyebab kesulitan anak. Misalnya: ketika mengikuti lomba mewarnai, anak sibuk melihat pekerjaan teman sehingga ia tidak mengerjakan gambarnya. Hal ini bisa disebabkan karena kesempatan bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya kurang, sehingga ketika ia berada di luar rumah ia begitu senangnya sehingga ia lupa dengan tugasnya. Bisa juga anak kurang tertarik dengan mewarnai karena merasa bosan dengan aktivitas yang menuntutnya untuk duduk diam. Setelah itu, barulah mencari solusi dan strategi yang tepat agar anak bersedia bekerja sama menyelesaikan tugasnya.

Mencari strategi yang sesuai dengan anak.

Dalam mencari strategi yang tepat untuk mengatasi perilaku anak yang sulit, bisa didiskusikan bersama dengan anak, untuk membuat aturan bersama-sama. Dalam membuat peraturan dan batasan waktu pengerjaan sesuaikan dengan kemampuan anak. Memasuki usia 4-5 tahun anak sudah mulai paham dan bisa diajak kerja sama. Misalnya: ketika ia mengikuti lomba mewarnai anak harus menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu. Jika ia cepat menyelesaikan tugasnya ia akan diajak berjalan-jalan dan bermain di mall. Jika anak terlalu lama maka ia tidak jadi diajak-jalan. Dengan begitu, harapannya anak lebih berkonsentrasi untuk menyelesaikan tugasnya.

Orang tua bisa menentukan target dan waktu pencapaian sesuai dengan kemampuan anak. Begitu juga dalam penerapannya orang tua bisa dengan menggunakan pemberian hadiah, pujian atau pemberian yang ia suka sehingga anak termemotivasi untuk menyelesaikan apa yang sedang ia lakukan. Anak-anak memang senang denga hadiah namun hati-hati dalam pemberiannya agar tidak terlalu berlebihan. Dalam pemberian hadiah, selalu ada usaha yang dilakukan. Misalnya dengan system stiker, ketika anak bisa menyelesaikan suatu pekerjaan yang kita tugaskan ia kita beri stiker, kemudiasetelah stiker terkumpul 5 barulah diberi hadiah. Namun sebelumnya hadiah yang diberikanpun rundingkanlah terlebih dahulu dan sesuaikan dengan kemampuan.

Melakukan aktivitas yang dapat melatih konsentrasi anak

Sebelum bersekolah, sebaiknya orang tua mulai melatih anak berkonsentrasi mulai dengan memberikan tugas yang sederhana sampai tugas yang tingkat kesulitannya lebih tinggi. Latihlah anak untuk mampu konsentrasi dalam situasi yang berbeda-beda, mulai dari belajar sambil ditemani, belajar sendiri sampai belajar konsentrasi bersama teman-temannya. Sehingga ketika anak bersekolah mampu mengikuti penjelasan dari gurunya.

Manfaatkan tingginya rasa ingin tahu anak, dengan memperkenalkan beragam aktivitas meski rentang konsentrasinya masih pendek. Gunanya, selain memperkaya pengetahuan, juga mempertahankan daya konsentrasi anak. Sebisa mungkin orang tua kreatif memberikan variasi kegiatan agar anak tidak bosan. Terus evaluasi rentang waktu konsentrasi anak. Pendeknya rentan waktu konsentrasi anak bisa juga disebabkan karena kurangnya latihan atau stimulasi melakukan suatu tugas.

Melalui aktivitas bermain, berolah raga dan seni juga bisa melatih konsentrasi anak.

- Aktivitas bermain

Dalam permainan biasanya ada instruksi yang diberikan. Dengan demikian secara tidak langsung melatih anak untuk mengikuti instruksi dan mampu melakukannya dengan tepat dan cepat.

1.    Menjumput (menggunakan jempol dan telunjuk) butiran kacang merah, jagung kedelai sambil menghitung jumlahnya, selain melatih konsentrasi juga melatih motorik halus anak. Atau jika bosan bisa dengan menempelkannya di sebuah tempat (tempayan) dengan digambar pola terlebih dahulu.

2.    Memindahkan air dari mangkuk/baskom kedalam botol dengan menggunakan tutup botol tersebut. Dilakukan dengan tangan kanan dan kiri secara bergantian.

3.    Bermain Puzzle juga diyakini dapat meningkatkan konsentrasi dan memori anak. Kotak susu bekas dapat dibuat menjadi puzzle sederhana.

4.    Menyusun balok bisa juga dilakukan. Menyusun balok secara horisontal keatas maupun vertikal dalam bentuk barisan.

- Aktivitas olah raga

Dari penelitian menunjukkan bahwa dengan aktif bergerak dan berolah-raga dapat meningkatkan kecerdasan karena dengan berolah-raga aliran darah dan oksigen ke otak akan lebih baik. Penelitian lain juga menunjukkan, aktif bergerak akan membantu proses disintesa protein-protein sebagai penumbuh saraf otak yang baru, yang dapat membantu menyimpan memori jangka panjang. Dengan demikian, jelaslah bahwa aktivitas olah raga bisa membantu regenerasi kerja otak, selain manfaat kesehatan yang akan kita peroleh. Jadi secara fisik dan mental akan lebih sehat lagi. Misalnya olah raga :

  1. Berenang, terutama dengan gaya bebas juga merupakan olahraga yg baik untuk anak, karena berenang bisa menstimulasi indera-in sensoris, melatih konsentrasi, juga menstimulasi otak kanan dan kiri (pada gerakan gaya bebas).
  2. Sepak bola juga bisa melatih anak untuk menendang bola dengan lurus dan fokus mengarah ke gawang.

- Aktivitas seni

Di era yang serba modern seperti saat ini, banyak sekali cara-cara yang diterapkan sebagai bentuk usaha dalam peningkatan kecerdasan otak dan daya konsentrasi anak. Salah satunya melalui terapi musik. Dikalangan masyarakat cara seperti ini mungkin sudah tidak asing lagi, banyak orangtua yang menerapkan terapi ini pada buah hatinya.

Peran musik memang sangat besar untuk merangsang perkembangan otak anak. Efeknya dapat mempengaruhi kemampuan kognitif anak, yaitu kemampuan untuk mengenali atau menafsirkan lingkungannnya dalam bentuk bahasa, memori dan visual.

Musik mampu meningkatkan pertumbuhan otak anak, karena musik merangsang pertumbuhan sel otak. Musik bisa membuat kita menjadi rileks dan riang, yang merupakan emosi positif. Emosi positif inilah yang membuat fungsi berfikir seseorang menjadi maksimal. Oleh karena itu kalau orang tua mau memanfaatkan fungsi musik sebagai terapi dirumah, selain hasilnya akan sangat bagus bagi perkembangan anak, termasuk dalam hal konsentrasi, bisa juga membuat atmosfer rumah lebih bersemangat tapi semuanya tergantung dari musik yang didengarkan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan dengan mendengarkan musik di pagi hari akan meningkatkan daya konsentrasi siapapun yang mendengarkan.

Semua aktivitas yang dilakukan membutuhkan usaha maksimal, konsistensi, dan kesabaran dalam melatih, mengarahkan dan memotivasi anak. Semua aktivitas yang dilakukan tidak ada yang sifatnya instan, cepat mendapatkan hasil. Semuanya ada pengorbanan, terutama untuk orang tua, agar meluangkan waktu bersama dengan anak dan melatihnya dengan penuh kesabaran.

Selamat mencoba dan semoga bisa bermanfaat untuk tumbuh kembang buah hati tercinta

About these ads

23 responses to “Kurangnya Daya Konsentrasi Anak, Bagaimana Cara Mengatasinya ?

  1. kebetulan anaku 5tahun.ketika lihat di sekolah kosentrasinya ga fokus tapi tk nya juga baru masuk,ketika di kasih playgo di juga anaknya cepet bosen.tapi berjalan nya waktu .romadhon ini setiap sore saya ikutin pesantren kilat .dah mulai suka intinya mungkin beradaptasinya perlu waktu….

    paud anak ceria says :
    Terimakasih sudah mampir bunda, memang terdapat perbedaan dalam kecepatan beradaptasi dengan lingkungan baru pada setiap anak. Yang perlu diperhatikan adalah menumbuhkan rasa kepercayaan diri pada anak untuk bersosalisasi dan beradaptasi dengan lingkungan baru secara mandiri.

    Rasa cepat bosan pada suatu jenis permainan dapat diantisipasi dengan memberikan banyak variasi cara bermain meskipun dalam satu jenis permainan, sehingga anak dapat bereksplorasi dan berkreasi terhadap jenis permainan tersebut.

    Salam hangat dari kami buat bunda dan keluarga .. :)

  2. Thanks for the suggestion. it is so useful for me.

    paud anak ceria says :
    Thanks for visiting our school blog. Hopefully all of our posting is useful for all, and can be applied in their respective places. :)

  3. nice info..
    Anak sy umur 2 tahun 4 bulan, saat ini msh belum bisa bicara, hanya beberapa kata saja..bicara mama , papa misalnya bisa,, tp utk memanggil belum bisa /belum ngerti. (padahal kepengen sekali saya sebagai mama, ingin dipanggil). Anak sy sulit fokus..dan tidak bisa diam..mau nya kesana kesini..kadang2 diajar bicara misal mata, nggak mau ditiru, kadang2 ada kata2 buka (itupun diulang2 ajar) baru bisa. Kenapa ya..kalau dibilang nggak ada konsentrasi juga nggak krn kadang2 anak sy bisa main mainan edukatif..Permasalahan sy ada 2: nggak bisa diam (aktif deh)..dan bicara. Tolong pemecahannya ya..Paud anak ceria.Trims before..

    paud anak ceria says :
    Bunda, sehubungan dengan pertanyaan bunda tersebut, mungkin bisa bunda temukan pada posting terbaru kami … salam hangat buat bunda dan keluarga

    dr. Dharmawan A. Purnama, SpKJ
    Anak usia 2 tahun, kan masih suka eksplorasi Bu Kalau belum bisa bicara, apakah ada aspek perkembangan lain yang juga terlambat? Tampaknya perlu dievaluasi lebih lanjut. Mungkin aja kan kalau kita kurang stimulasi juga bisa terlambat bicara tapi aspek lainnya tidak terlambat. Jadi saran saya sih, lebih baik Ibu periksakan anak Ibu pada profesional yang berkompeten untuk hal ini untuk diobservasi dan dilakukan tes lebih lanjut.

    Salam,

    • Selamat siang dokter, usia anak saya nov ini, 3 th, untuk kosa katanya sudah banyak tapi kalau menyusun kalimat belum banyak, menyanyi sudah bisa, di sekolah PAUD ga mau konsentrasi duduk atau menulis, maupun mewarnai,sama teman2 nya cuek, maunya lari2 tapi kalau menonton TV apalagi menonton cerita anak2 dia mau duduk manis sampai cerita selesai, dan kalau saya tanya cerita mengenai apa? dia bisa menjawab walaupun dengan bahasa yang sangat sederhana, apakah anak saya yang hiperaktif? terima kasih dr atas jwbnya

      paud anak ceria says :
      Tunggu postingan kami berikutnya bunda … :) terimakasih kembali

    • salam…
      anak saya juga punya masalah yg sama, laki umur 2 tahun 5 bulan, tp aktif dan tidak mau bicara…padahal umur 7 bulan dah bisa merangkai beberapa kata walau blm jelas…tp semakin kemari malah semakin pendiam…
      Ssudah tes THT, smua OK, saya sudah tes spesialis anak juga gak mengarah ke autis…akhirnya saya ke terapi wicara, tapi tahapannya memang banyak & pasti akan lama skali…karna anak harus mau makan (utk melatih syaraf2 dimulut dan skitarnya) dan anak harus patuh (setau saya anak sy memang susah skali utk patuh)..slain terapi wicara secara bersmaan jg ikut terapi sensorik (terapi sambil bermain), cuma saya masih cari alternatif lain, karna perkembangan positif nya memang lambat sekali…mohon dibantu…siapa tau ada kondisi sama, dan cara ngatasinnya…
      terimakasih

      paud anak ceria says :
      salam bunda
      memang pernah ada kasus juga di sekolah kami seorang anak yang seperti putranya bunda .. setelah ditelusuri ternyata anak ini memang ada kesulitan dalam hal makan, sehingga menyebabkan kekakuan pada area rongga mulutnya dan akibatnya anak menjadi pendiam. Dan nampaknya harus mendapat pendampingan dari tim ahli yang terkait dengan hal tersebut.
      Stimulasi ngomong atau berbicara di rumah sangat membantu anak dalam hal potensi berbahasanya, bisa saja melalui teknik bercerita dan tanya jawab terhadap hal yang diminati oleh si anak, kemudian untuk melatih fisik motoriknya bunda bisa menggunakan alat peraga edukatif, seperti mainan rancang bangun (balok mainan), alat meronce dll
      yang terpenting sekali lagi adalah stimulasi dari orang tua di rumah dan dukungan yang positif terhadap setiap kemajuan yang didapatkan oleh si anak.
      Demikian bunda … semoga masaalahnya cepat teratasi.

  4. anak saya berusia 38 bulan, dia sangat senang bernyanyi, berbicara, bertanya dan bercerita… sayapun memasukkan ananda ke bimbingan membaca yang ada di lingkungan rumah dengan jadwal dua hari sekali, sudah memasuki pertemuan yang ke 8 tapi anak saya masih belum bisa konsentrasi, ini menurut guru yang mengajarinya, sedangkan ananda itu paling sering bernyanyi, bertanya dan bercerita dengan gurunya di bandingkan menulis, membaca dan mendengarkan gurunya berbicara, yang ingin saya tanyakan ada apakah dengan ananda?..bagaimana caranya melatih kosentrasi ananda?.terimakasih atas jawabannya…

    paud anak ceria says :
    cara memgajarkan kepada sang buah hati supaya memiliki kemampuan konsentrasi yang yang baik.
    1. Melatih anak untuk hidup mandiri.
    Kemandirian berhubungan erat dengan aktivitas tubuh. Seperti sebuah komputer yang tidak pernah digunakan. Maka akan ada kemungkinan terjadi kerusakan-kerusakan pada beberapa komponennya, salah satu sebabnya …. karena karatan. Apalagi kalau bagian komponen yang diserang ada di dalam CPU, maka computer bisa matot (mati total). Seperti halnya dengan tubuh kita. Bila tubuh kita terlalu dimanja atau terlalu banyak dibiarkan menganggur, maka aktivitas otak kita pun akan menurun. Bila otak jarang beraktivitas, maka fungsi dan kemampuan beberapa bagian otak pun akan menurun. Hal ini bisa menyebabkan sulitnya berkonsentrasi, karena pikiran terlalu sering dibiarkan kosong dan tidak berfungsi. Bila anda terlalu memanjakan anak dan tidak membiasakan buah hati anda untuk hidup mandiri, serta lebih sering meminta si mbak untuk membantu buah hati anda, sebaiknya mulai sekarang latihlah buah hati anda untuk belajar hidup mandiri.
    2. Berikan perhatian yang cukup
    Sudah cukupkah perhatian yang anda berikan pada buah hati anda? Perhatian sangatlah penting bagi buah hati anda. Seperti seorang anak yang tidak pernah diberi makan yang cukup di rumah, maka di luar rumah dia akan sering meminta-minta makanan di luar rumah. Begitu juga dengan buah hati anda. Bila perhatian yang anda berikan sangatlah kurang, maka dia akan lebih sering mencari perhatian di luar rumah. Bila buah hati anda sedang berada di lingkungan sekolah, maka buah hati anda pun akan lebih sering meminta perhatian di sekolah. Di saat jam pelajaran sekolah, buah hati anda (yang masih labil) secara otomatis akan berusaha mencari pemenuhan kebutuhan perhatian. Salah satu caranya adalah dengan mengganggu teman yang lain, atau mengajak teman satu kelasnya mengobrol. Perhatian yang cukup, juga sangat penting agar buah hati anda terlindung dari segala macam kecelakaan, misalnya kepala terantuk, kaki cedera, dll. Karena hal ini juga bisa mengakibatkan seorang anak menjadi susah berkonsentrasi dalam pelajaran.
    3. Jangan Biarkan Anak Terbebani Dengan Aktivitas Yang Tidak Disukai.
    Ada kalanya kita memberikan segala sesuatu yang disukai sang buah hati, misalnya memberikan dia uang saku, membelikan mainan yang dia minta, dll. Namun ada kalanya kita harus memberikan sesuatu yang tidak dia sukai, misalnya memberikan macam-macam bimbingan belajar atau melakukan pekerjaan rumah. Dalam hal ini sangat dibutuhkan peran orang tua dalam memperhatikan buah hati anda, sehingga orang tua bisa tahu porsi yang harus diberikan kepada sang buah hati. Bila buah hati anda merasa terbebani dengan segala aktivitas yang tidak disukai, maka anda hari segera mengambil langkah, yaitu dengan mengurangi kegiatan-kegiatan yang tidak disukai, atau mengarahkan ke kegiatan-kegiatan yang disukai. Misalnya, bila anda sebelumnya meminta buah hati anda untuk mengikuti les piano, padahal dia tidak suka, maka anda alangkah lebih baik bila anda menghentikan les piano tersebut. Bila buah hati anda lebih menyukai les gitar, maka anda bisa mengarahkan buah hati anda untuk mengkuti les gitar. Banyak orang menginginkan hobinya menjadi sebuah pekerjaan. Dalam hal ini, anda sebagai orang tua harus pandai-pandai melihat potensi anak dan kesukaannya, lalu mengarahkannya buah hati anda agar potensi yang dia sukai tersbut menjadi sebuah kegiatan yang positif, berguna untuk masa depan, dan tentunya dilakukan tanpa beban. Selain itu, istirahat yang cukup juga sangat penting untuk pemulihan stamina buah hati anda. Jangan biarkan buah hati anda tidur terlalu malam atau belajar terlalu keras sehingga lupa istirahat, karena hal ini justru bisa mengganggu konsentrasi anak dalam menerima pelajaran yang dijelaskan oleh guru di sekolah.
    4. Perhatikan Pola Makanan
    Pola makan sangat berpengaruh terhadapt tingkah laku anak. Usahakan buah hati anda menghindari makanan yang mengandung bahan perwarna, vetsin, kafein, dan zat-zat pengawet. Perbanyak makan buah dan sayur akan sangat berguna untuk menunjang kesegaran dan kesehatan tubuh buah hati anda. Dalam usia yang masih sangat belia, usahakan agar buah hati anda menghindari penggunaan paparan logam berat seperti tambalan gigi dari amalgam, kawat gigi dari nikel, dll.
    5. Berikan Hiburan Yang Cukup, Menyenangkan, dan Bermanfaat.
    Kebahagiaan adalah sesuatu hal yang diinginkan banyak orang. Dalam diri seorang anak, setiap saat dalam hidupnya selalu ingin diisi dengan keceriaan. Maka sebagai orang tua, jangan lupa memberikan hiburan yang cukup bagi buah hati anda. Supaya buah hati anda tidak merasa tertekan dengan segala aktivitas yang banyak menyita waktu dan tenaga. Luangkan waktu anda sekeluarga untuk berlibur, minimal jalan-jalan ke mall terdekat di rumah anda. Hiburan akan menjadi sangat bernilai bila diisi dengan sesuatu yang bermanfaat, misalnya permaianan belajar bahasa Inggris dll

  5. Selamat siang Dokter,,,usia anak saya 4th pada bulan Desember kemarin,dia udah masuk Paud tp disekolah setiap guru memberikan tugas menggambar selalu tergesa-gesa untuk cepat selesai karena ingin cepat istirahat sehingga hasilnya jg kurang maksimal,,,,,,selain itu setiap gurunya menyuruh dia menirukan hafalan atau menyanyi anak sy tidak mau/hanya diam sehingga guru mengira anak saya tidak bisa/bodoh,padahal sampai dirumah langsung sy tanya tentang materi yg diberikan disekolah dia langsung jawab dengan benar jg menghafal seperti yg guru berikan…..anak sy disekolah jg gk mau diam/sering bermain sebelum jam istirahat tiba…..akibat ualah anak sy tersebut gurunya sampek kewalahan dan membiarkan begitu saja anak melakukan aktifitasnya,,,,,sy mohon solusinya dok bagaimana agar anak sy bisa mengikuti pelajaran disekolah dengan tenang,diam sehingga guru pun jg bisa nyaman dalam mengajar,,,,,,Trims ya sebelumnya……

    paud anak ceria says :
    Selamat siang bunda,
    Dunia anak usia dini merupakan dunia bermain bunda, sehingga dianjurkan anak dalam usia tersebut tidak diberikan materi pelajaran seperti halnya anak-anak usia sekolah, kemasan materi belajarpun mesti dikemas dalam suasana bermain yang menyenangkan dan menarik minat anak, sehingga materi dapat diserap dengan mudah oleh anak. Perlu diketahui juga tipe anak kita bunda, apakah anak kita termasuk anak yang audithory, kinestetik atau lainnya, sehingga dapat menentukan metode bermain dan pembelajaran yang tepat untuk sang anak.
    Dalam kelas bermain memang tidak bisa diharapkan anak untuk duduk diam dan manis mengikuti kegiatannya, jadi wajar jika anak berperilaku selayakna usia mereka. Tinggal bagaimana peran guru dalam menentukan metode bermain dan belajar, menentukan pemetaan kelas, mengamati anak dalam mengikuti kegiatan dan memberikan penilaian terhadap aktifitas anak dalam kegiatan bermain dan belajarnya.
    Seorang pendidik PAUD (TK, KB, TPA) harus mampu menyelami sisi emosional anak secara orang per orang, karena hal tersebut penting dalam menentukan metode yang tepat bagi setiap anak dalam pembelajarannya.
    Orang tua siswa mesti sering sharing dengan pendidik tentang segala lingkup perkembangan anaknya, sehingga terjadi saling memberi informasi yang baik demi kemajuan perkembangan anak.
    Demikian bunda, salam hangat buat bunda dan keluarga

  6. selamat siang Dokter….., bolehkah berbagi dan mohon informasi…. bagaimana cara paling efektif dalam menstimulasi anak usia 4-5 tahun bermain balok? mengapa kecenderungan anak di usia tsb, bila bermain balok, selalu membuat istana… apakah daya khayalnya masih demikian dominan, sehingga bila diarahkan untuk membuat bangunan selain istana, perlu ekstra kegiatan lain seperti bermain peran & gambar bangunan lain. Mohon penjelasan. terima kasih

    paud anak ceria says :
    Bermain balok merupakan permainan konstruktifitas bangun dan ruang, akan tetapi perlu diingatkan kepada pendidik PAUD bahwa ada tahapan langkan dalam bermain di sentra balok yang mesti diikuti oleh siswa, dalam artian seorang pendidik tidak langsung melepas siswa begitu saja dalam bermain balok untuk pertama kalinya (buku tahapan bermain balok biasanya sudah tersedia pada sekolah PAUD bunda). Proses dalam setiap tahapan itulah yang harus diobservasi oleh pendidik untuk dapat menentukan bagaimana tingkat perkembangan siswa tersebut dan untuk menentukan apakah siswa tersebut sudah bisa untuk melewati tahap bermain balok berikutnya.
    Pada PAUD yang telah menerapkan sistem sentra, memang diberikan waktu yang proporsional dalam waktu bermain di sentra balok, sentra bermain peran, sentra ibadah, sentra seni dan sentra lainnya, sehingga anak dapat mengikuti setiap sentra tersebut pada waktu yang telah ditentukan. Diharapkan anak dapat mengembangkan semua potensi lingkup perkembangannya dalam sesi bermain dan belajar pada sentra yang diterapkan ole PAUD yang bersangkutan.
    Demikian bunda. semoga bermanfaat

  7. Selamat siang …
    anak saya umur 7 th nt bln juli ’12…tp sampai sekarg masih blm bisa baca n tulisannya masih besar2. saya sering mengajaknya belajar motorik halus dengan menggunting, menempel mewarnai, meroncedll..semua pelajaran itu dia suka selain pelajaran baca N tulis…dia tidak fokus coz’ hari ini belajar baca huruf ” ba”..besok sudah lupa…Anak sy kalo di sekolah dlm memgerjakan tugas selalu minta di bimbing/di temani..mohon sarannya bagaimana menumbuhkan konsentrasi belajar anak..

    trimaksih..

    paud anak ceria says :
    Selamat siang bunda
    Kegiatan yang paling disenangi dan diminati untuk anak seusia putra bunda adalah bermain. Pemberian materi pelajaran dengan metode bermain adalah cara yang tepat untuk mengenalkan suatu konsep pembelajaran bagi anak. Selain melatih motorik halusnya untuk persiapan calistung, bunda bisa mengajarkan membaca dengan menggunakan kartu baca atau flash card, artinya kita mengenalkan konsep pada anak melalui simbol atau gambar, sehingga memudahkan anak untuk mengenali konsep bentuk dan tulisannya. Contoh tidak langsungnya adalah jika anak yang telah mengenal konsep diajak jalan-jalan ke mall atau tempat lainnya, dan dia tiba-tiba berkata “mah, itu KFC, yuk kita makan di sana !”, tentu kita berfikir bahwa anak yang belum bisa membaca kok sudah tahu kalau itu ada tulisan KFC.
    Artinya dengan memberikan materi pengenalan konsep baca dengan meggunakan simbolik atau gambar (flash card) anak akan mudah untuk menterjemahkan simbol pada tulisan yang sebenarnya.
    Demikian bunda. salam hangat

  8. Siang , anak saya sdh berumur 10 th dan sekolah kelas 5 , sampai sekarang daya ingatnya kurang sekali, dan setiap kali belajar tdk fokus, saya sangat bingung bagaimana cara mengajarnya dan tiap kali belajar suka beralasan spy tdk jadi belajar.
    Anak saya disekolah tiap kali di panggil atau di pas belajar di panggil langsung kaget dan kadang sampai lupa semuanya yang sedang dia kerjakan….knp yach??? mohon dibantu ada solusi untuk mengatasinya atau kalau perlu terapi or onsultasi dimana yach???
    Thanks

    paud anak ceria says :
    Siang juga bunda … mohon untuk tidak menjustifikasi putranya mempunyai daya ingat yang kurang. Semua anak sama tingkat kecerdasannya bunda, akan tetapi setiap anak berbeda tipenya dan berbeda pula teknik kita dalam menyampaikan materi pembelajaran. Bunda bisa baca postingan kami tentang tipe-tipe anak (bagian psikologi) pada blog ini. Dari kita mengenal tipe anak kita, maka kita dapat mengembangkan minat dan bakat anak kita sehingga dia sukses di kehidupannya kelak bunda …

  9. Anak saya 6 th 4 bulan, sudah mau kelas satu, baca blm begitu lancar, kalau belajar sulit konsentrasi, kadang banyak gerak dan tidak fokus, saya kadang kadang nggak sabar, gimana cara mengatasinya ya..mohon sarannya terima kasih

    paud anak ceria says :
    Untuk mengatasi anak yang demikian, bunda bisa baca postingan kami terdahulu mengenai berbagai karakteristik atau tipikal anak.

  10. assalamu’alaikum,saya seorang guru tk, kdang sya msh bingung menghadapi anak didik yang “maaf” dlam kategori susah d atur dan daya tangkap lemah.bagaimana cara menghadapinya agar pas bljar anak lbh bersmangat?dan mengembalikan konsentrasi anak?

    paud anak ceria says :
    wa’alaikum salam, wr,wb. bunda rafa bukankah setiap anak normal dilahirkan dengan kecerdasan yang sama, tidak ada anak yang “kurang daya tangkap”, namun dalam perkembangannya banyak faktor yang berpengaruh terhadap pengasahan kecerdasan anak, seperti faktor nutrisi dan lingkungan bermain dan belajar anak. Seorang pendidik PAUD/TK diharuskan untuk dapat melihat typical siswanya dalam menentukan metode yang akan diberikan dalam menyajikan kegiatan bermain dan belajar. Pendekatan secara emosional dan individual (bukan secara monosentrik pendidik di kelas) akan efektif dalam menuntaskan target materi pada siswa.
    tulisan tentang karakteristik dan tipe anak secara NLP dan tindakan kelasnya dapat bunda baca pada postingan kami terdahulu ..
    salam sukses buat bunda ..

  11. anak saya 4 th, udah sekolah Tk A, menurut saya dia cerdas tp dia akhir2 ini sering dihukum oleh gurunya krn dia belum menyelesaikan tugas yg diberikan dengan cepat krn terlalu sering melihat tugas temen2nya lebih dulu daripada mengerjakan tugasnya. Saya binggung harus bagaimana mengatasinya, apa hrs setiap hari saya memberitahu dia spy jgn banyak omong kerjain dulu tugasnya baru ngomong ( krn klo diberitau spt itu dia pasti tidak dihukum gurunya )
    Mohon sarannya…..terima kasih

    paud anak ceria says :
    kami prihatin jika dalam proses KBM di PAUD/TK ada acara penghukumam siswa yang dianggap melalaikan dalam penugasan yang diberikan pendidiknya. Seorang pendidik PAUD/TK semestinya bisa menemukan dan mmencari solusi terhadap kejadian yang dialami siswanya secara pendekatan persuasif, dan perlu diperhatikan bahwa semua anak mempunyai tingkat kecerdasan yang sama, tinggal bagaimana kita selaku orang tua dan pendidik mengasah kecerdasan tersebut dengan cara yang bijaksana. Ibu bisa mulai dengan mengajak anak berbicara mengapa anak sampai berbuat demikian, cari tahu apakah dia bosan dengan kegiatan rutinitas kelasnya yang tidak variatif, ataukah anak sudah menganggap dirinya menguasai materi yang diberikan oleh pendidiknya, atau ada hal lainnya. Kegiatan bermain pada lembaga PAUD/TK lebih utama dari pada kegiatan akademisi yang diberikan monoton tanpa melalui kegiatan bermain. Kemudian ibu bisa berbicara dengan pendidiknya mengenai kondisi anak di sekolah dan cari tahu bagaimana mereka memberikan solusinya secara psikologis dan teknis perkembangan anak terhadap aktifitas anak dan tindakan pendidik selama ini terhadap anak.
    Demikian bu, semoga bermanfaat

  12. Pusat Terapi dan Tumbuh Kembang Anak (PTTKA) Rumah Sahabat Yogyakarta melayani deteksi dini anak berkebutuhan khusus dengan psikolog, terapi wicara, fisioterapi, sensori integrasi, behavior terapi, Renang& musik untuk anak berkebutuhan khusus, terapi terpadu, home visit terapi & program pendampingan ke sekolah umum dan pelatihan terapi bagi orang tua anak berkebutuhan khusus. informasi lebih lanjut hubungi 0274 8267882

  13. Trims atas postingannya… InsyaALLAH bermanfaat… dan menambah pengetahuan saya yang msih harus banyak belajar menghadapi karakteristik anak-anak usia dini… Izin Copas ya bunda.

  14. aww. Salam kenal, Saya punya anak 3 tahun 9 bulan, dia sudah pintar bicara, kalau ditanya sudah nyambung menjawab, kalau dirumah suka menyanyi, suka mewarnai, mudah beradaptasi dengan orang yang datang ke rumah, suka membaca gambar dan sudah pandai membuat gambar rumah dan orang meski belum begitu lengkap dan proporsional, tapi kalau saya bawa di sekolah, dia belum bisa saya tinggal bermain dengn anak-anak yang lain, kalau dikasih alat belajar dia ngga mau lakukan, apakah anak saya ini kategori kurang gaul atau penakut, atau pemalu,? Tks

  15. Pingback: Cara Meningkatkan Konsentrasi Belajar Pada Anak : biMBA AIUEO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s